Anggota DPRD Banten Yeremia Mendrofa meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencantumkan harga per paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan transparansi dan mencegah potensi selisih antara anggaran yang dialokasikan dengan realisasi belanja di lapangan.
Yeremia menilai MBG merupakan program yang memiliki tujuan mulia dan didukung anggaran besar, baik dari APBN maupun APBD. Karena itu, ia menekankan agar manfaat program dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.
“Program MBG ini adalah program yang mulia. Anggarannya besar, baik dari APBN maupun APBD, sehingga manfaatnya juga harus maksimal untuk masyarakat,” ujar Yeremia, Selasa, 24 Maret 2026.
Selain transparansi anggaran, Yeremia menegaskan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama. Ia meminta SPPG tidak asal dalam menyediakan bahan pangan serta wajib mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
“Kepada SPPG, jangan asal-asalan. Harus mengikuti SOP dari Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Ia juga menilai pengawasan dari pihak sekolah dan orang tua murid penting untuk menjaga kualitas makanan yang disalurkan melalui program tersebut. Yeremia kembali menekankan bahwa pencantuman harga pada setiap paket makanan merupakan bagian dari akuntabilitas pelaksanaan program.
“Perlu adanya transparansi harga agar tidak terjadi perbedaan antara anggaran dan belanja riil di lapangan,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap, melalui transparansi dan pengawasan yang baik, program MBG dapat berjalan optimal sesuai tujuan awalnya.

