Waspada Penipuan Mudik Gratis yang Mencatut Nama PLN, Kenali Modus dan Jalur Pendaftaran Resmi 2026

Waspada Penipuan Mudik Gratis yang Mencatut Nama PLN, Kenali Modus dan Jalur Pendaftaran Resmi 2026

Penipuan berkedok mudik gratis kembali marak menjelang Hari Raya Idulfitri. Modus yang kerap muncul adalah mencatut nama instansi besar, salah satunya PT PLN (Persero), untuk menarik perhatian masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa biaya.

Informasi palsu ini umumnya beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan instan dalam bentuk pesan berantai yang menyertakan tautan pendaftaran. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengenali ciri-ciri hoaks, serta memastikan informasi hanya berasal dari kanal resmi agar terhindar dari kerugian finansial maupun kebocoran data pribadi.

Salah satu ciri yang paling sering ditemukan adalah tautan pendaftaran yang diklaim resmi, tetapi tidak mengarah ke laman PLN. Tautan tersebut justru membawa calon korban ke situs palsu yang meminta data pribadi sensitif. Domain yang digunakan biasanya tidak resmi, misalnya menggunakan alamat seperti daftarkansgra-okno10.netlify.app atau daftarkansegerasekarangvbac.netlify.app, yang bukan domain resmi PLN maupun akhiran yang lazim digunakan instansi pemerintah atau BUMN.

Dalam praktiknya, situs palsu dapat meminta data seperti nama lengkap, provinsi asal, hingga nomor Telegram aktif. Penipu juga kerap menyalahgunakan logo instansi pemerintah atau BUMN untuk menciptakan kesan kredibel. Modus lainnya adalah meminta korban mentransfer sejumlah uang melalui e-wallet pribadi atau rekening yang tidak resmi dengan dalih biaya administrasi. Selain itu, penipu sering menambahkan tekanan waktu, misalnya dengan klaim kuota segera habis, agar korban terburu-buru mendaftar tanpa melakukan verifikasi.

Di sisi lain, PLN memang menyelenggarakan program mudik gratis secara resmi. Untuk tahun 2026, pendaftaran resmi Mudik Gratis PLN hanya dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile. Masyarakat diminta mengunduh atau memperbarui aplikasi, lalu membuat akun menggunakan nomor ponsel aktif untuk dapat mendaftar.

Pendaftaran resmi Mudik Gratis 2026 dibuka pada 25–28 Februari 2026. Kuota yang disiapkan disebut mencapai 12.500 orang, dengan catatan pendaftaran dapat ditutup lebih cepat apabila kuota terpenuhi. Peserta diwajibkan menyetorkan uang jaminan kepastian keberangkatan sebesar Rp100.000 per orang. Dana ini dikembalikan dalam bentuk e-voucher listrik di PLN Mobile setelah keberangkatan diverifikasi.

Ketentuan lainnya, satu akun PLN Mobile hanya dapat digunakan untuk satu kali pendaftaran, namun dapat mendaftarkan anggota keluarga maksimal tiga orang sehingga total maksimal empat orang dalam satu formulir. Peserta juga tidak boleh terdaftar pada program mudik BUMN lainnya. Fasilitas yang disebut disediakan meliputi tiket gratis, bus ber-AC kelas eksekutif, konsumsi selama perjalanan, paket bingkisan, dan asuransi perjalanan. Moda transportasi yang tersedia mencakup bus, kereta api, dan kapal laut dari sejumlah kota keberangkatan, antara lain Jakarta, Banda Aceh, Padang, Surabaya, Makassar, Denpasar, dan Balikpapan.

Untuk menghindari penipuan, masyarakat disarankan selalu memverifikasi informasi pendaftaran melalui kanal resmi atau aplikasi resmi penyelenggara. Pastikan alamat situs yang dikunjungi merupakan domain resmi, serta hindari memberikan data diri pada situs yang tidak dikenal, terutama informasi sensitif seperti nomor Telegram atau data perbankan.

Masyarakat juga diingatkan bahwa program mudik gratis yang resmi tidak memungut biaya pendaftaran atau administrasi. Karena itu, permintaan transfer dana ke e-wallet pribadi atau rekening tidak resmi patut dicurigai sebagai penipuan. Jika menemukan indikasi mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal resmi pihak berwajib atau fitur pelaporan di platform media sosial untuk membantu menekan penyebaran hoaks.