Wamensos Agus Jabo Minta Pengelolaan BMN di Sekolah Rakyat Tertib dan Transparan

Wamensos Agus Jabo Minta Pengelolaan BMN di Sekolah Rakyat Tertib dan Transparan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan Sekolah Rakyat harus dilakukan secara tertib, transparan, dan berintegritas. Penegasan itu disampaikan dalam Pelatihan Pengelolaan BMN Sekolah Rakyat 2026 yang diikuti 332 peserta dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Agus Jabo menyampaikan bahwa pengelolaan aset negara tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral terhadap masa depan generasi muda. Menurut dia, fasilitas yang digunakan siswa merupakan amanah negara yang perlu dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Setiap meja, kursi, ruang belajar, hingga fasilitas penunjang lainnya adalah amanah negara yang harus kita rawat bersama demi mendukung pendidikan anak-anak Indonesia,” ujar Agus Jabo.

Ia menambahkan, pengelolaan BMN yang baik dinilai dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan memahami prosedur pengelolaan aset dengan benar agar tidak terjadi penyalahgunaan maupun kelalaian dalam pemanfaatannya.

Pelatihan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan aset negara di sektor pendidikan. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait tata kelola administrasi, pencatatan aset, pemeliharaan fasilitas, serta aspek pengawasan dan akuntabilitas.

Agus Jabo juga mengingatkan pentingnya membangun budaya integritas dalam setiap proses pengelolaan fasilitas pendidikan. Ia menilai, transparansi dan kedisiplinan dalam pengelolaan aset akan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa.

“Pengelolaan BMN yang baik bukan hanya soal tertib administrasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab kita dalam memastikan anak-anak mendapatkan sarana belajar yang layak untuk masa depan mereka,” katanya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap pengelolaan BMN di Sekolah Rakyat dapat berjalan lebih profesional dan akuntabel, sehingga seluruh fasilitas pendidikan yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional.