Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya menghadirkan tata ruang kota yang lebih ramah pejalan kaki. Komitmen itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran pimpinan Program Studi Magister Transportasi Universitas Hasanuddin (Unhas) di Balai Kota Makassar, Selasa (26/8/2025).
Munafri menilai penataan jalur pedestrian di Makassar selama ini masih berorientasi pada kendaraan bermotor, bukan kebutuhan pejalan kaki. Menurut dia, pola tersebut perlu dibalik agar ruang publik menjadi lebih aman dan nyaman.
“Di Makassar, pedestrian masih mengikuti kendaraan. Harusnya kendaraan yang mengikuti pejalan kaki. Ini yang ingin kita ubah,” kata Munafri.
Pernyataan itu disambut pihak Unhas yang menawarkan kolaborasi untuk pengembangan dan peningkatan kualitas penataan Kota Makassar.
Sebagai langkah awal, Munafri menyebut akan memilih satu wilayah sebagai proyek percontohan (pilot project). Ia meminta jajarannya di Dinas Tata Ruang memetakan lokasi yang dapat dijadikan kawasan pengembangan akses pedestrian.
Munafri juga menyampaikan pengembangan kawasan ramah pejalan kaki akan dimulai dengan menghubungkan taman ke taman di Makassar. Jalur pedestrian di kawasan tersebut akan dibenahi, termasuk penggantian pohon yang dinilai kurang rimbun dan kurang estetis.
“Nanti kita (Pemkot dan Unhas) akan duduk bersama untuk pilot project kami, itu dari taman ke taman, mulai dari Taman Hasanuddin ke Taman Macan,” ujarnya.
Selain penataan pedestrian, Munafri mengatakan pemerintah kota menyiapkan pengembangan transportasi publik ramah lingkungan. Salah satunya mendorong penggunaan armada listrik secara bertahap untuk mengurangi emisi dan meningkatkan kenyamanan mobilitas warga.
“Transportasi publik dan tata ruang harus berjalan seiring. Kalau pedestrian nyaman, transportasi publik juga terintegrasi, maka wajah Makassar akan lebih tertata,” ungkapnya.
Munafri menambahkan, Pemkot menargetkan Makassar memiliki konektivitas ruang publik yang efisien sehingga masyarakat dapat menjangkau berbagai titik dalam waktu sekitar 45 menit.
Audiensi tersebut juga menjadi bagian dari penyampaian rencana kegiatan Placemaking Summit bertajuk “Makassar Placemaking for Academic Network (MAPANI)”, yang akan digelar Unhas berkolaborasi dengan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Australia Indonesia Centre.

