Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mendorong penguatan keterbukaan informasi publik melalui pemanfaatan media sosial. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih aktif menyampaikan kegiatan, program, dan informasi pelayanan publik lewat platform digital.
Arahan tersebut disampaikan sebagai upaya membangun pemerintahan yang lebih transparan dan komunikatif, sekaligus menjangkau masyarakat lebih luas seiring perkembangan teknologi informasi.
Dedy meminta setiap OPD mempublikasikan konten di media sosial minimal tiga kali dalam sepekan. Menurutnya, langkah ini tidak hanya untuk meningkatkan aktivitas akun resmi pemerintah, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi yang akurat, cepat, dan mudah diakses.
“Media sosial kini menjadi salah satu jembatan utama komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, seluruh OPD harus aktif menyampaikan informasi mengenai pelayanan maupun kegiatan yang dilakukan,” kata Dedy.
Ia menilai pembuatan konten tidak harus rumit atau membutuhkan biaya besar. OPD, menurutnya, dapat memanfaatkan video berdurasi 1 hingga 3 menit untuk menyampaikan informasi penting, selama dikemas secara menarik, jelas, dan mengikuti tren komunikasi digital.
Dedy juga menekankan bahwa pelayanan publik yang berlangsung setiap hari dapat menjadi bahan konten yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Informasi terkait pelayanan administrasi, kebersihan lingkungan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas lapangan aparatur sipil negara (ASN) dinilai bermanfaat apabila dipublikasikan secara konsisten.
“Kegiatan sehari-hari di kantor maupun di lapangan sebenarnya memiliki nilai informasi yang tinggi. Tinggal bagaimana dikemas dengan baik sehingga masyarakat mengetahui apa yang sedang dikerjakan pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak memproduksi konten informasi. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat telepon pintar pada umumnya sudah mampu menghasilkan video berkualitas tanpa memerlukan peralatan mahal. Karena itu, ia mendorong operator media sosial di setiap OPD untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan fitur digital.
Untuk mendorong pengelolaan media sosial yang lebih serius, Pemkot Bengkulu menyiapkan penghargaan khusus bagi operator media sosial terbaik. Pengumuman penghargaan tersebut direncanakan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
Selain itu, Dedy mengingatkan seluruh ASN agar menjaga etika dalam menggunakan media sosial. ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu diminta tidak membuat maupun menyebarkan unggahan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah atau berpotensi memicu polemik di ruang digital. Ia menegaskan media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, pelayanan, dan penyebaran informasi yang membangun.
Melalui optimalisasi komunikasi digital, Pemkot Bengkulu berharap masyarakat dapat memperoleh informasi resmi secara cepat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah daerah. Ke depan, media sosial juga diharapkan menjadi kanal interaktif untuk mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat serta mempercepat penyampaian aspirasi maupun pelayanan publik di Kota Bengkulu.