MALINAU — Polres Malinau memperketat pengawasan dalam tahapan rekrutmen anggota Polri tahun 2026 untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan. Pengawasan dilakukan melalui tim rekrutmen yang memantau pelayanan pendaftaran serta pelaksanaan prosedur sesuai ketentuan.
Rekrutmen tahun ini mencakup sejumlah jalur pendidikan, mulai dari Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara Tugas Umum, hingga Tamtama Polri. Selain itu, tersedia jalur Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bagi lulusan dengan keahlian tertentu, seperti bidang kesehatan, teknologi informasi, dan pertanian.
Wakapolres Malinau Kompol Yulius Heri Subroto memantau langsung proses pelayanan pendaftaran yang diberikan panitia kepada calon peserta. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan harus dilaksanakan secara terbuka serta memberi kesempatan yang sama bagi seluruh pendaftar.
“Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses penerimaan anggota Polri di Polres Malinau berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan,” ujarnya, Rabu (18/3).
Menurutnya, monitoring juga ditujukan untuk memastikan pelaksanaan pendaftaran mengikuti prosedur dan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres melakukan pengecekan administrasi dan alur pendaftaran, sekaligus memberikan arahan kepada panitia agar menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik selama proses penerimaan berlangsung.
Kompol Yulius juga mengajak masyarakat Malinau, khususnya generasi muda yang berminat menjadi anggota Polri, untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran. Ia menyampaikan pendaftaran penerimaan calon siswa Polri masih dibuka hingga 30 Maret 2026.

