Vinh Long Umumkan Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021-2030 dengan Visi 2050

Vinh Long Umumkan Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021-2030 dengan Visi 2050

Pemerintah Provinsi Vinh Long menggelar konferensi pada pagi 20 Maret untuk mengumumkan penyesuaian rencana pembangunan provinsi periode 2021-2030, dengan visi hingga 2050. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komite Rakyat Provinsi Vinh Long.

Konferensi dihadiri sejumlah pimpinan daerah, antara lain Tran Van Lau selaku Anggota Komite Sentral Partai dan Sekretaris Komite Partai Provinsi; Nguyen Minh Dung selaku Anggota Alternatif Komite Sentral Partai, Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi, sekaligus Ketua Dewan Rakyat Provinsi; Tran Tri Quang selaku Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi dan Ketua Komite Rakyat Provinsi; serta Lam Minh Dang selaku Wakil Sekretaris Komite Partai Provinsi. Hadir pula para mantan pemimpin provinsi, pakar, dan pelaku usaha dari dalam maupun luar provinsi.

Dari unsur pemerintah pusat, konferensi dihadiri Nguyen Thi Quyen Thanh, Wakil Menteri Pendidikan dan Pelatihan, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Vinh Long.

Dalam kesempatan tersebut, Komite Rakyat Provinsi mengumumkan keputusan Ketua Komite Rakyat Provinsi yang menyetujui penyesuaian rencana pembangunan Provinsi Vinh Long untuk periode 2021-2030 dengan visi hingga 2050. Dokumen penyesuaian ini disebutkan memastikan konsistensi dengan strategi pembangunan sosial-ekonomi nasional, selaras dengan rencana induk nasional, rencana sektoral nasional, rencana wilayah Delta Mekong, serta rencana terkait lainnya.

Berdasarkan rencana yang disampaikan, Vinh Long akan diorganisasikan menjadi tiga zona ekonomi, yakni zona utara Sungai Co Chien, zona selatan Sungai Co Chien, dan zona pesisir. Selain itu, ditetapkan lima koridor ekonomi: koridor Utara–Selatan; koridor Timur–Barat; koridor intra-provinsi sepanjang Jalan Raya Nasional 53, 54, dan 57; koridor sepanjang Sungai Co Chien–Ham Luong; serta koridor wisata ekologi di sepanjang Sungai Tien, Sungai Hau, dan kawasan pesisir.

Rencana tersebut juga mengidentifikasi empat zona pengembangan utama, meliputi kawasan pusat perkotaan–industri–jasa; kawasan industri teknologi tinggi yang terkait dengan pertanian ekologis; kawasan pesisir; serta sistem koridor ekonomi utama yang berperan sebagai penggerak dan penghubung dalam ruang pengembangan.

Untuk target 2030, Vinh Long menargetkan menjadi daerah berkembang yang dinamis dan berkelanjutan, serta menjadi pusat ekonomi kelautan dan produksi energi terbarukan di kawasan, didukung infrastruktur modern dan sinkron yang terhubung dengan wilayah lain di Delta Mekong. Pada saat yang sama, provinsi ini juga diarahkan untuk memanfaatkan keunggulan pada ekonomi kelautan, pertanian ekologis, energi terbarukan, layanan logistik, serta pariwisata kelautan, budaya, dan ekologi.

Sementara pada 2050, Vinh Long menargetkan menjadi provinsi modern dan berkelanjutan, sekaligus pusat regional untuk ekonomi kelautan, energi terbarukan, dan inovasi. Rencana tersebut menggambarkan arah pembangunan ekonomi hijau, digital, dan sirkular yang terintegrasi dengan sistem perkotaan ekologis cerdas serta ruang pengembangan yang saling terhubung erat.

Konferensi ini juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkenalkan potensi, keunggulan, orientasi pembangunan, serta daftar proyek prioritas untuk investasi. Pemerintah provinsi menilai langkah ini dapat membantu menarik sumber daya, teknologi, dan metode manajemen dari investor domestik maupun asing, guna mendorong pertumbuhan ekonomi, transformasi struktur ekonomi, dan peningkatan daya saing daerah.