Video yang Diklaim Kiriman Bantuan Militer Cina ke Iran Ternyata Kolase Parade Lama dan Cuplikan Buatan AI

Video yang Diklaim Kiriman Bantuan Militer Cina ke Iran Ternyata Kolase Parade Lama dan Cuplikan Buatan AI

Sebuah video yang beredar di Facebook pada 4 Maret 2026 mengklaim memperlihatkan Cina mengirim bantuan peralatan tempur untuk menyokong Iran. Dalam video itu tampak barisan tentara, pawai rudal, kapal perang, pesawat tempur, hingga tank. Rekaman juga menyertakan cuplikan sejumlah pemimpin dunia, seperti Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Ayatollah Ali Khamenei.

Narasi dalam video menyebut “China dilaporkan telah mendarat di pelabuhan strategis Iran membawa ribuan unit rudal jarak menengah, sistem anti serangan udara, dan perlengkapan perang elektronik.” Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan klaim tersebut keliru.

Verifikasi dilakukan melalui pencarian gambar terbalik, analisis visual, dan perbandingan dengan sumber-sumber kredibel. Hasilnya, video yang beredar merupakan kolase dari rekaman lama yang tidak berkaitan dengan konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada 2026. Salah satu klip di dalamnya juga teridentifikasi sebagai produk teknologi akal imitasi.

Sejumlah bagian video diketahui berasal dari parade militer Cina pada 2019. Cuplikan pada detik ke-0:47 yang menampilkan konvoi mobil dan bendera Cina terekam saat Presiden Xi Jinping menginspeksi pasukan di Jalan Chang'an, Beijing, dalam rangka peringatan Hari Nasional ke-70 pada 1 Oktober 2019. Momen tersebut juga ditayangkan oleh media internasional seperti Guardian News dan Global News.

Klip pada menit ke-1:20 yang menampilkan kendaraan rudal bercorak hijau identik dengan unggahan Washington Post di YouTube pada durasi 1:23:20, yang juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Nasional Cina ke-70. Rekaman pasukan militer pada menit ke-2:34 hingga 2:36 serupa dengan unggahan kanal YouTube New China TV berjudul “LIVE: China holds grand gathering, parade on 70th National Day”. Sementara iring-iringan tank baja pada menit ke-4:12 identik dengan tayangan Washington Post bertajuk “China's Communist Party marks 70th anniversary of its rule with military parade”.

Selain itu, cuplikan yang menampilkan pertemuan Khamenei, Putin, dan Kim Jong Un disebut merupakan hasil buatan akal imitasi. Analisis menggunakan peranti Hive Moderation menunjukkan skor elemen akal imitasi sebesar 99,8 persen.

Di sisi lain, hingga kini belum ada bukti bahwa Cina mengerahkan senjata untuk menyokong Iran dalam pertempuran melawan Amerika Serikat dan Israel yang pecah sejak 28 Februari 2026. Pada Februari 2026, Reuters melaporkan Iran hampir menyepakati pembelian rudal jelajah supersonik dari Tiongkok dengan jangkauan 290 kilometer, yang dirancang untuk mengelabui pertahanan kapal dengan terbang rendah dan cepat. Namun, belum ada jadwal pasti realisasi pembelian tersebut.

Mengutip Bloomberg, tidak ditemukan bukti Cina mengirimkan senjata untuk mendukung Iran dalam konflik tersebut. Tiongkok juga disebut resmi menghentikan penjualan senjata ke Iran setelah 2005, menyusul pernyataan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bahwa Teheran melanggar Traktat Non-Proliferasi dan diduga mengembangkan program nuklir.

Sebelum periode itu, Beijing pernah memasok rudal, pesawat, dan artileri ke Iran, merujuk data Stockholm International Peace Research Institute. Peneliti S. Rajaratnam School of International Studies, Yang Zi, mengatakan kepada Bloomberg bahwa sulit menyebut Tiongkok sebagai pemasok senjata utama bagi Iran, meski Tiongkok memasok teknologi berfungsi ganda atau dual-use. Menurutnya, ruang gerak Tiongkok juga dipengaruhi sanksi serta pertimbangan hubungan dengan negara-negara Teluk Sunni dan Israel. Laporan Pentagon pada 2025 menyebut hubungan pertahanan Tiongkok-Iran kini berfokus pada penjualan komponen berteknologi ganda untuk mendukung program rudal balistik dan drone Iran.

Dengan temuan tersebut, video yang diklaim menunjukkan pengiriman bantuan peralatan tempur Cina ke Iran tidak dapat dijadikan bukti, karena tersusun dari cuplikan parade militer lama dan materi visual yang dibuat dengan teknologi akal imitasi.