Video Unboxing THR Pegawai SPPG Berisi iPhone Viral, Publik Pertanyakan Sumber Anggaran

Video Unboxing THR Pegawai SPPG Berisi iPhone Viral, Publik Pertanyakan Sumber Anggaran

Sebuah video yang menampilkan momen pembukaan paket Tunjangan Hari Raya (THR) oleh pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) viral di media sosial. Tayangan yang beredar di sejumlah platform seperti TikTok dan Instagram itu memicu perhatian publik karena isi paket THR dinilai tidak lazim.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pegawai membuka paket THR secara santai. Selain bahan pangan pokok, paket itu juga memperlihatkan adanya satu unit ponsel pintar kelas atas, iPhone, yang nilainya diperkirakan mencapai belasan juta rupiah untuk setiap penerima.

Viralnya video tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari warganet, terutama terkait sumber anggaran yang digunakan serta apakah pemberian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perbincangan semakin meluas karena hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Hingga saat ini, Badan Gizi Nasional maupun pimpinan SPPG yang bersangkutan belum memberikan pernyataan. Keaslian video tersebut juga belum dipastikan, termasuk penjelasan mengenai asal-usul pemberian iPhone dalam paket THR—apakah berasal dari dana pribadi pimpinan, dukungan sponsor pihak ketiga, atau justru menggunakan anggaran operasional instansi.

Ketiadaan penjelasan tersebut turut memicu spekulasi di tengah masyarakat. Di sisi lain, jika merujuk pada ketentuan umum, pemberian THR bagi pegawai instansi pemerintah yang bersumber dari APBN telah diatur melalui regulasi pemerintah. Secara prosedural, THR umumnya diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar satu bulan gaji atau komponen tertentu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan berupa barang elektronik mewah.

Perbedaan antara praktik yang terlihat dalam video dan ketentuan umum itu kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai apakah pemberian tersebut masih berada dalam koridor aturan. Sejumlah pengamat kebijakan publik juga disebut mendorong adanya investigasi internal untuk memastikan sumber dana dan mekanisme pemberian, sekaligus menjaga kepercayaan publik.