Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Ketua DPR RI Puan Maharani seolah-olah menyatakan bahwa membayar pajak merupakan kewajiban warga kepada negara. Dalam narasi yang menyertai video, Puan disebut mengatakan pajak penting karena digunakan untuk membayar gaji guru dan dosen serta memperbaiki infrastruktur.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa konten tersebut merupakan rekayasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Informasi dalam video dinyatakan tidak sesuai dengan fakta.
Video itu dibagikan oleh sejumlah akun Facebook. Dalam cuplikan yang beredar, Puan diklaim menyampaikan, “Pajak itu harus tetap dibayar. Itu kan kewajiban kita kepada negara. Karena pajak itu kan dibayar untuk gaji buruh, gaji dosen dengan sekolah, memperbaiki infrastruktur.” Video juga memuat klaim lanjutan bahwa seluruh rakyat Indonesia wajib membayar pajak.
Berdasarkan penelusuran melalui Google Search, tidak ditemukan informasi kredibel yang menunjukkan Puan pernah menyampaikan pernyataan seperti yang ada dalam unggahan tersebut. Selain itu, suara dalam video dinilai berbeda dari suara Puan yang biasa terdengar dalam rekaman lain.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian memeriksa suara dalam video menggunakan Truth Scan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara tersebut terdeteksi dihasilkan oleh AI dengan probabilitas mencapai 99 persen.
Penelusuran dengan teknik reverse image search juga menemukan bahwa video itu memanipulasi foto Puan yang pernah dimuat di Viva.co.id. Foto tersebut digunakan sebagai ilustrasi artikel berjudul “Dikabarkan jadi Ketua DPR RI Lagi, Puan Maharani: Amin, Insya Allah” yang terbit pada 2024.
Sebelumnya, di media sosial juga sempat beredar video manipulasi AI lain yang mengklaim Puan meminta pemerintah menggenjot penarikan pajak dari masyarakat.
Dengan demikian, video yang menampilkan Puan Maharani seolah menyatakan bahwa membayar pajak merupakan kewajiban warga terhadap negara dipastikan merupakan hasil rekayasa. Suara dalam video terdeteksi dibuat dengan AI, dan visualnya berasal dari foto yang dimanipulasi.