Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim sebagai momen Presiden Prabowo Subianto menolak dicalonkan kembali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Namun, klaim tersebut tidak sesuai dengan konteks video yang sebenarnya.
Berdasarkan penelusuran, video itu merupakan cuplikan saat Prabowo menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di Jakarta Convention Center pada 11 April 2026. Video aslinya bersumber dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam pidatonya pada acara tersebut, Prabowo menyatakan tidak akan melanjutkan jabatan sebagai Ketua Umum PB IPSI dan enggan dicalonkan kembali untuk posisi itu pada Munas tahun ini. Prabowo menyebut tugasnya sebagai presiden menyita waktu sehingga ia merasa tidak dapat memimpin PB IPSI secara efektif.
“Saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” kata Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan bahwa sudah saatnya generasi penerus melanjutkan kepemimpinan di IPSI. Ia turut meminta maaf karena belum bisa membawa pencak silat masuk ke Olimpiade.
Dengan demikian, narasi yang menyebut Prabowo menolak dicalonkan pada Pilpres 2029 merupakan informasi keliru. Video tersebut sebenarnya terkait pernyataannya mundur dan tidak bersedia dicalonkan lagi sebagai Ketua Umum PB IPSI pada Munas 11 April 2026.