Video Netanyahu di Kafe Yerusalem Picu Spekulasi dan Tuduhan Deepfake

Video Netanyahu di Kafe Yerusalem Picu Spekulasi dan Tuduhan Deepfake

Sebuah video terbaru yang menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang minum kopi di sebuah kafe di Yerusalem memicu perdebatan di media sosial. Video itu muncul di tengah spekulasi daring yang menyebut Netanyahu mengalami cedera, bahkan meninggal dunia, akibat serangan Iran—klaim yang disebut otoritas Israel sebagai informasi keliru.

Dalam unggahan di akun Instagram Netanyahu, terlihat ia mengunjungi kafe bernama The Sataf di Yerusalem. Ia tampak duduk sambil minum kopi dan berbincang santai dengan timnya. Di video tersebut, Netanyahu juga menyinggung rumor kematiannya dengan nada bercanda.

Netanyahu mengatakan dirinya “gila dengan kopi” dan juga “gila dengan rakyatnya”. Dalam penjelasan yang beredar, permainan kata itu merujuk pada penggunaan slang dalam bahasa Ibrani, di mana kata yang berarti “mati” juga dapat dipakai untuk menyatakan seseorang sangat menyukai sesuatu.

Meski video itu telah beredar luas, sebagian warganet mempertanyakan keasliannya. Sejumlah pengguna media sosial menuding video tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau deepfake. Keraguan itu antara lain didasarkan pada hal-hal yang dianggap janggal, seperti level kopi di cangkir yang dinilai tidak berubah meski terlihat diminum, serta pola busa latte yang tampak tetap sama.

Perdebatan juga mencuat terkait dugaan bahwa rekaman tersebut merupakan video lama. Sejumlah komentar warganet menyebut adanya petunjuk tanggal lama pada layar kasir dan menilai gerakan video terlihat seperti hasil editan. Kontroversi ini kemudian berkembang menjadi perbincangan viral yang dijuluki “Coffeegate”, sebagaimana dilaporkan The Financial Express pada 16 Maret 2026.

Di tengah tuduhan tersebut, pihak The Sataf mengunggah beberapa foto melalui Instagram Story untuk menunjukkan bahwa Netanyahu benar-benar berkunjung ke lokasi. Foto-foto itu menampilkan Netanyahu berada di dalam dan di luar kafe, serta terlihat adanya kru kamera yang merekam interaksinya, termasuk saat berada di dekat kasir.

Verifikasi juga dilakukan oleh kantor berita Reuters pada 16 Maret 2026. Reuters membandingkan interior kafe dalam video dengan foto arsip lokasi, dan menyimpulkan kecocokan dengan kafe Sataf di Yerusalem. Reuters juga menyebut tanggal kunjungan sesuai dengan foto dan video lain yang diunggah pihak kafe.

The Sataf, berdasarkan keterangan di Instagramnya, berada di pegunungan Yerusalem bagian barat di pinggiran kota. Lokasinya disebut tidak jauh dari desa bersejarah Ein Kerem dan berada di lereng hijau yang mengarah ke Sorek River, kawasan yang dikenal sebagai area alam terbuka dengan mata air alami, kebun tradisional, serta pemandangan pegunungan hijau sepanjang tahun.