Sebuah video yang beredar di media sosial memuat klaim seorang polisi di Medan menerima dana bantuan Direct Aid Program (DAP) dari Australia senilai Rp 1 miliar. Video tersebut disebarkan melalui sebuah akun Facebook, disertai narasi bahwa bantuan disalurkan lewat Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty.
Dalam video itu, sosok yang mengaku bernama Abraham menyatakan dirinya memperoleh bantuan DAP melalui Jacklevyn. Unggahan yang menyertai video juga mengarahkan warganet yang ingin mendapatkan nomor kontak Jacklevyn untuk menghubungi akun Facebook penyebar konten tersebut.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Di akun media sosial Jacklevyn tidak ditemukan unggahan terkait penyaluran bantuan seperti yang disebutkan dalam video.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian memeriksa keaslian video menggunakan alat pendeteksi konten sintetis Hive Moderation dan Truth Scan. Berdasarkan pemeriksaan Hive Moderation, video tersebut terdeteksi sebagai hasil rekayasa AI dengan probabilitas 99,7 persen. Sementara itu, Truth Scan juga mengidentifikasi video tersebut sebagai AI generatif dengan probabilitas 84 persen.
Kasus serupa sebelumnya juga pernah muncul di media sosial, berupa video manipulasi AI terkait bantuan DAP Australia yang diklaim disalurkan melalui Jacklevyn Frits Manuputty.
Dengan demikian, video yang menyebut polisi di Medan menerima dana bantuan DAP Australia Rp 1 miliar merupakan konten manipulasi. Selain itu, tidak ditemukan adanya program bantuan DAP Rp 1 miliar yang disalurkan melalui Jacklevyn Frits Manuputty.