Video Klaim Haji Isam Beri Bantuan untuk Pekerja Migran Disebut Hoaks, Terindikasi Modus Penipuan

Video Klaim Haji Isam Beri Bantuan untuk Pekerja Migran Disebut Hoaks, Terindikasi Modus Penipuan

Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam memberikan dana bantuan untuk pekerja migran Indonesia. Dalam narasi yang menyertai unggahan, bantuan disebut akan disalurkan setelah calon penerima berkomunikasi melalui nomor WhatsApp.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar disebut merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI) dan terindikasi sebagai modus penipuan.

Video dengan klaim tersebut ditemukan dibagikan oleh sejumlah akun Facebook. Salah satu unggahan menyertakan keterangan yang mengatasnamakan Haji Isam dan mengajak pekerja migran atau calon penerima bantuan untuk menghubungi nomor WhatsApp dengan alasan bantuan modal pulang kampung dan modal usaha.

Dalam penelusurannya, Tim Cek Fakta Kompas.com melacak sumber video menggunakan Google Lens. Hasilnya, video tersebut diketahui identik dengan unggahan foto dari akun Instagram @david_krlove. Pada unggahan asli itu tidak terdapat informasi mengenai pemberian dana bantuan. Keterangan yang tertera hanya berupa ucapan terima kasih atas pengalaman yang tak terlupakan kepada Haji Isam, disertai penyebutan akun @jhonlin_grup.

Tim Cek Fakta Kompas.com juga memeriksa unsur audio dalam video menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan suara yang seolah-olah merupakan pernyataan Haji Isam terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan, dengan probabilitas konten AI generatif sebesar 98,1 persen.

Kasus serupa sebelumnya juga pernah muncul di media sosial, berupa video manipulasi AI yang mengeklaim Haji Isam membagikan dana bantuan Rp 50 juta.

Berdasarkan rangkaian penelusuran tersebut, video yang mengeklaim Haji Isam memberikan dana bantuan untuk pekerja migran Indonesia dipastikan merupakan konten manipulasi. Narasi yang menyertainya dinyatakan hoaks dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan korban.