Sebuah video yang menampilkan kerusuhan di Paris beredar di media sosial pada pertengahan Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, narasi yang menyertai video menyebut kerusuhan terjadi setelah Maroko kalah dari Perancis pada perempat final Piala Dunia 2026, dengan skor 0-2.
Rekaman itu memperlihatkan sejumlah orang merusak fasilitas umum, termasuk halte bus. Sejumlah mobil juga tampak dirusak, bahkan beberapa di antaranya terlihat dalam posisi terbalik.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan narasi tersebut tidak sesuai fakta. Video yang beredar itu diketahui sudah muncul sejak 2022, sehingga peristiwa dalam rekaman terjadi jauh sebelum Piala Dunia 2026.
Kerusuhan di Paris dalam video tersebut terjadi pada 24 Desember 2022. Saat itu, demonstrasi yang memprotes penembakan tiga orang dari komunitas Kurdi oleh seorang pria bersenjata berubah menjadi kerusuhan setelah adanya provokasi.
Dalam peristiwa tersebut, massa disebut terpancing oleh seseorang yang menunjukkan gestur pro-Türkiye dari kendaraan yang melintas. Video asli kemudian dipelintir sehingga memunculkan narasi keliru yang mengaitkannya dengan pertandingan sepak bola pada 2026.