Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui Fakultas Sains dan Teknologi membuka Program Studi (Prodi) Gizi (S1). Pembukaan prodi baru ini disebut berangkat dari analisis kebutuhan riil masyarakat, terutama untuk menjawab tantangan kesehatan di wilayah pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dosen Prodi Gizi USN Kolaka, Rosmiati, SKM., M.Kes., mengatakan prodi tersebut resmi dibuka untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026. Ia menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan daerah dan nasional.
Rosmiati menjelaskan, Kabupaten Kolaka dikenal sebagai wilayah strategis pertambangan yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia menilai terdapat tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan persoalan gizi dan kesehatan kerja.
Menurutnya, aktivitas pertambangan yang padat berisiko memunculkan berbagai penyakit akibat kerja, seperti heat stress, dehidrasi kronik, kelelahan, hingga gangguan kardiovaskular yang disebut memiliki keterkaitan erat dengan status gizi pekerja.
Dengan melihat kondisi tersebut, USN Kolaka menghadirkan Prodi Gizi dengan pendekatan gizi terapan dan kontekstual. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan lokal sekaligus mendukung program prioritas nasional, termasuk percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Program ini juga didukung analisis kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan yang menunjukkan distribusi tenaga gizi masih terbatas, terutama tenaga yang memiliki pemahaman mendalam tentang kesehatan kerja dan gizi industri.
Rosmiati menyampaikan, ke depan lulusan Prodi Gizi USN Kolaka diharapkan dapat berperan sebagai tenaga gizi profesional di fasilitas kesehatan, industri, kawasan pertambangan, serta menjadi penggerak edukasi gizi di masyarakat.
Melalui pembukaan Program Studi Sarjana Gizi, USN Kolaka menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi pendidikan tinggi yang relevan, berdampak, dan berorientasi pada kebutuhan wilayah.

