Unila Mulai Audit Laporan Keuangan 2025 Bersama KAP Lutfi Muhammad dan Rekan

Unila Mulai Audit Laporan Keuangan 2025 Bersama KAP Lutfi Muhammad dan Rekan

Universitas Lampung (Unila) memulai rangkaian audit atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 melalui kegiatan temu awal audit bersama Kantor Akuntan Publik (KAP) Lutfi Muhammad dan Rekan. Kegiatan tersebut digelar di ruang sidang utama Rektorat Unila, Senin, 9/2/2026.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen Unila untuk memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, sekaligus menargetkan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani memaparkan capaian kinerja keuangan kampus. Hingga 31 Desember 2025, realisasi pendapatan BLU Unila tercatat Rp459,7 miliar atau meningkat 25 persen dari target. Sementara realisasi belanja mencapai Rp814 miliar dengan tingkat serapan 83,37 persen.

“Total realisasi PNBP Unila tahun 2025 meningkat signifikan. Ini menunjukkan kinerja yang baik, namun tetap harus dipastikan akuntabel dan sesuai dengan regulasi,” kata Lusmeilia di hadapan para wakil rektor, dekan, ketua UPA, serta jajaran pengelola keuangan.

Ia menjelaskan penunjukan KAP Lutfi Muhammad dan Rekan telah mendapat persetujuan Dewan Pengawas Unila. Menurutnya, audit eksternal menjadi bagian penting dalam menjaga prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Audit lapangan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, pada 23–27 Februari 2026, dengan melibatkan enam auditor. Pemeriksaan mencakup seluruh unit kerja di lingkungan Unila, termasuk Senat, Satuan Pengawas Internal (SPI), delapan fakultas, satu program pascasarjana, lembaga, biro, badan pengelola usaha, hingga tujuh Unit Pelaksana Akademik (UPA). Sebanyak 32 Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) juga masuk dalam lingkup audit.

Rektor menginstruksikan seluruh pimpinan unit agar kooperatif dan responsif selama proses audit, termasuk memastikan keterbukaan data serta ketepatan waktu dalam penyampaian dokumen pendukung. Ia menambahkan, hasil audit KAP akan menjadi bagian dari pelaporan kepada BPK RI, sehingga Unila menargetkan opini WTP.

Pimpinan Rekan KAP Lutfi Muhammad dan Rekan, Ahmad Muhajir, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan. Audit tahun 2025 ini merupakan penugasan ketiga KAP tersebut di Universitas Lampung.

Ahmad juga menyebut KAP yang dipimpinnya terdaftar di Kementerian Keuangan, BPK RI, OJK, serta Institut Akuntan Publik Indonesia, dan berpengalaman mengaudit berbagai perguruan tinggi negeri.

Partner KAP, Naufal Ferdyan Asrori, memaparkan metodologi dan tahapan audit yang akan dilakukan. Lingkup audit meliputi laporan realisasi anggaran, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta evaluasi sistem pengendalian internal.

Ia juga menyoroti sejumlah area risiko yang menjadi perhatian, di antaranya pengelolaan kas, piutang UKT, pemanfaatan BMN, pengadaan barang dan jasa, serta aset tetap.