Transparency International Vanuatu (TIV) menyerukan pentingnya rasa hormat di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia. Seruan itu disampaikan agar perayaan dukungan terhadap tim favorit tetap berlangsung damai, menjaga persatuan, serta tidak melanggar hukum maupun mengganggu orang lain.
Advokat Komunitas TIV, Douglas Tamara, mengimbau para pendukung berbagai tim Piala Dunia di Port Vila dan wilayah lain di Vanuatu untuk merayakan dengan sukacita, kedamaian, cinta, dan persatuan. Ia menekankan bahwa ekspresi dukungan seharusnya ditunjukkan dalam bentuk yang positif.
Tamara mencontohkan kisah seorang warga di Freshwota yang mengubah dukungan dari Prancis ke Inggris dengan mengecat bendera Inggris di atas bendera Prancis pada dinding rumahnya. Meski terdengar tidak biasa, Komisaris Tinggi Inggris dilaporkan menyempatkan diri mengunjungi pendukung tersebut di rumahnya.
Dalam imbauannya, Tamara mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang merusak simbol negara lain. Ia menegaskan, membakar, merusak, atau mencemarkan bendera asing merupakan tindakan ilegal karena bendera adalah milik negara berdaulat.
Ia juga meminta para pendukung berhati-hati dalam mengekspresikan diri, baik di media sosial maupun di ruang publik. Tamara mengingatkan agar tidak menggunakan kata-kata kasar, dengan mempertimbangkan keberadaan anak-anak, keluarga, prinsip-prinsip Kristen, serta nilai-nilai adat dalam merayakan kemenangan maupun menerima kekalahan.
Kepada penggemar fanatik yang timnya kalah, Tamara meminta agar tidak bereaksi berlebihan. Menurutnya, dalam setiap kompetisi selalu ada pemenang dan pihak yang kalah, sehingga pendukung perlu menerima hasil dengan dewasa serta menghormati pendukung tim yang menang.
Tamara, yang disebut telah berkeliling kepulauan Vanuatu yang terdiri dari 83 pulau dalam kampanye kesadaran pendidikan sejak 2006, mengatakan masyarakat ni-Vanuatu dikenal gemar berkelakar. Namun ia mengingatkan agar lelucon tetap memperhatikan perasaan orang lain, termasuk tetangga, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Ia juga menyarankan agar orang yang bukan pendukung tim tertentu tidak memasuki area perkemahan pendukung, karena dikhawatirkan tidak diterima. Tamara menyebut prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati” sebagai pegangan untuk menghindari konflik.
Mengingat Piala Dunia berlangsung hingga Juli, Tamara meminta masyarakat memprioritaskan keluarga. Ia mendorong para penggemar menjadi teladan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Kristen dan menunjukkan kepada dunia bahwa kecintaan Vanuatu pada sepak bola dapat ditunjukkan secara positif.
Selain itu, Tamara mengingatkan para penggemar untuk tetap fokus pada pekerjaan. Ia menyebut pekerjaan sebagai sumber penghidupan keluarga, sehingga tidak seharusnya dikalahkan oleh pertandingan. Ia juga memperingatkan pekerja agar tidak mengabaikan tugas hingga berujung pada sanksi, karena hal tersebut dinilai tidak sehat bagi keluarga.
Di akhir pernyataannya, Petugas Pendidikan Kewarganegaraan TIV menyampaikan harapan agar tim terbaik menjadi pemenang dan seluruh penggemar dapat merayakan dengan damai dan gembira. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati supremasi hukum sebagai kewajiban bersama, termasuk menghargai hak tetangga untuk merayakan atau tidak merayakan. Jika ada yang beristirahat, terutama saat perayaan disertai musik, Tamara meminta volume dikecilkan agar mereka tetap dapat menikmati ketenangan dan tidur nyenyak.