PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan tata kelola dalam penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Pelatihan berlangsung di Pelindo Place, Surabaya, dan diikuti 26 pekerja TPS dari berbagai unit kerja.
Senior Manager Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, mengatakan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program operasional, tetapi juga melalui transparansi dan tata kelola yang baik. Menurutnya, Laporan Keberlanjutan berperan strategis untuk mendokumentasikan dan mengomunikasikan pelaksanaan program-program berkelanjutan TPS sebagai bentuk akuntabilitas kepada regulator, pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, dan masyarakat.
TPS menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan, serta agar pelaporan kinerja perusahaan disusun secara komprehensif, transparan, dan akuntabel. Seluruh program kerja, strategi pelaksanaan, dan capaian perusahaan dirangkum dalam Laporan Keberlanjutan yang dilaporkan kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Dalam implementasi ESG, TPS menjalankan sejumlah program lingkungan. Perusahaan rutin melakukan pelestarian ekosistem pesisir melalui pengelolaan hutan mangrove di area kerja TPS seluas 22,7 hektare, termasuk pembibitan 10.000 bibit mangrove yang disebut siap panen setiap 4 hingga 6 bulan. Kegiatan ini dinilai memberikan manfaat berupa ketersediaan carbon sink serta membantu melestarikan biota di area hutan mangrove TPS.
TPS juga menjalankan program pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat bongkar muat utama, yakni Container Crane (CC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG). Elektrifikasi seluruh unit CC disebut telah selesai pada 2016, sementara elektrifikasi seluruh unit RTG dinyatakan selesai pada April 2026. Program lain yang disebutkan meliputi pemanfaatan listrik tenaga surya untuk penerangan area kantor, penghijauan di area terminal, hingga pengelolaan limbah.
Perusahaan menyatakan seluruh inisiatif keberlanjutan tersebut dicatat dengan menerapkan ilmu akuntansi agar manfaat pelaksanaannya dapat diketahui, lalu dirangkum dalam Laporan Keberlanjutan sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab korporasi dan sarana komunikasi kepada pemegang saham maupun pemangku kepentingan.
Sejalan dengan agenda tersebut, TPS juga mendorong digitalisasi layanan untuk meningkatkan kualitas layanan dan keterbukaan informasi publik. Sejumlah inovasi yang telah diterapkan antara lain Web Access & Clique 247, CDR (Container Damage Report) Online, Automatic Damage Detection System (ADDS), serta layanan Vessel Report. Digitalisasi ini disebut mendukung prinsip Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan kepada pengguna jasa.
Di bidang operasional dan pendukung logistik, TPS menyediakan layanan bernilai tambah seperti Behandle Management, layanan fumigasi, layanan pemeriksaan kulit garaman, serta layanan pemeriksaan petikemas melalui Container Scanner. Layanan-layanan tersebut disebut mendukung kelancaran arus barang, kepatuhan regulasi, serta keamanan dan keselamatan operasional pelabuhan.
Pelatihan penyusunan Sustainability Report ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap Global Reporting Initiative (GRI) Standards Update 2021, termasuk Universal Standards, penentuan topik material berbasis dampak, serta pengungkapan kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial yang terintegrasi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Melalui penguatan kapabilitas internal, pengelolaan data keberlanjutan yang terstruktur, serta pelaporan yang transparan, TPS menyatakan memantapkan langkah dalam menjadikan keberlanjutan sebagai bagian integral strategi bisnis, sejalan dengan transformasi Pelindo dan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Group.