TPS Gelar Pelatihan Laporan Keberlanjutan untuk Perkuat Transparansi ESG

TPS Gelar Pelatihan Laporan Keberlanjutan untuk Perkuat Transparansi ESG

Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar pelatihan penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) bagi jajaran manajemen dan pekerja lintas unit kerja sebagai upaya memperkuat transparansi Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pelatihan yang berlangsung di Pelindo Place Surabaya pada 4 Mei 2026 itu diikuti 26 pekerja TPS. Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga pelaporan kinerja perusahaan secara komprehensif, transparan, dan akuntabel.

Dalam penerapan ESG, TPS menyampaikan sejumlah program yang dijalankan secara berkelanjutan. Pada aspek lingkungan, perusahaan menjaga ekosistem pesisir melalui pelestarian hutan mangrove seluas 22,7 hektare serta pembibitan 10.000 bibit mangrove yang siap panen setiap 4–6 bulan.

TPS juga menekan emisi karbon melalui elektrifikasi peralatan bongkar muat utama. Elektrifikasi seluruh unit Container Crane telah rampung sejak 2016, sedangkan elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG) diselesaikan pada April 2026.

Selain itu, perusahaan mengembangkan pemanfaatan energi surya untuk penerangan kantor, melakukan penghijauan kawasan terminal, serta menerapkan pengelolaan limbah secara terukur.

Senior Manager Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menyatakan keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program operasional, tetapi juga lewat tata kelola yang baik. “Laporan Keberlanjutan memiliki peran strategis untuk mendokumentasikan dan mengomunikasikan pelaksanaan program-program berkelanjutan TPS sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan kepada regulator, pemegang saham, mitra usaha, pelanggan, dan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi layanan, TPS juga mendorong digitalisasi melalui sejumlah inovasi, antara lain Web Access & Clique 247, CDR Online, Automatic Damage Detection System (ADDS), dan Vessel Report. Digitalisasi ini ditujukan untuk mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus meningkatkan efisiensi layanan bagi pengguna jasa.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman tentang Global Reporting Initiative (GRI) Standards Update 2021, penentuan topik material berbasis dampak, serta pengungkapan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).