Tiga Desa di Buleleng Lolos Program Apresiasi Desa Transparan 2026 KI Bali

Tiga Desa di Buleleng Lolos Program Apresiasi Desa Transparan 2026 KI Bali

Sebanyak 19 kepala desa dari seluruh Bali dinyatakan lolos dalam Program Apresiasi Desa Transparan 2026 yang digelar Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali. Dari jumlah tersebut, tiga desa berasal dari Kabupaten Buleleng, yakni Pemaron, Baktiseraga, dan Tajun.

Masuknya tiga desa Buleleng dalam program itu dinilai mencerminkan pergeseran arah tata kelola pemerintahan desa menuju layanan publik yang lebih terbuka. Transparansi dan pemenuhan hak masyarakat atas informasi publik kini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pemerintahan desa.

KI Bali juga melakukan visitasi langsung ke sejumlah desa peserta untuk memastikan keterbukaan informasi dijalankan secara nyata, tidak sekadar memenuhi persyaratan administrasi. Ketua KI Bali, Dewa Nyoman Suardana, menegaskan bahwa desa transparan tidak cukup hanya memasang papan informasi atau membuat akun media sosial desa. Menurutnya, keterbukaan perlu menjadi budaya kerja dalam pemerintahan desa.

Ia menambahkan, desa yang berani membuka akses informasi kepada masyarakat umumnya lebih siap menghadapi pengawasan publik serta tuntutan pelayanan yang semakin modern. KI Bali juga mencermati adanya upaya penguatan digitalisasi pelayanan dan dukungan anggaran untuk sistem informasi desa di beberapa wilayah.

Di tingkat kabupaten, Pemerintah Kabupaten Buleleng turut mendorong desa-desa agar lebih terbuka dalam pelayanan informasi publik. Pendampingan dilakukan melalui penguatan dokumen pelayanan, pengisian standar informasi publik, hingga pengembangan inovasi digital desa.

Kepala Bidang Pengelolaan Layanan dan Informasi Publik Kominfosanti Buleleng, Gusde Mahardika, menyebut Buleleng telah memiliki lima desa berstatus informatif sejak beberapa tahun terakhir. Namun, pada tahap penjaringan program tahun ini, hanya tiga desa yang melaju ke tahap penilaian lanjutan.

Mahardika menilai capaian tersebut menjadi peluang agar desa-desa di Buleleng dapat menjadi contoh tata kelola pemerintahan desa yang terbuka dan akuntabel.

Salah satu desa yang disebut aktif melakukan pembenahan adalah Desa Baktiseraga. Selain memperkuat digitalisasi layanan, desa ini juga mengembangkan pola komunikasi publik melalui media sosial dan kanal informasi desa.

Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada, menyampaikan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.