Thanh Hoa Umumkan Rencana Tata Ruang 2021-2030, Targetkan Lima Pilar dan Tiga Zona Ekonomi

Thanh Hoa Umumkan Rencana Tata Ruang 2021-2030, Targetkan Lima Pilar dan Tiga Zona Ekonomi

Provinsi Thanh Hoa mengumumkan Rencana Tata Ruang Provinsi yang telah direvisi untuk periode 2021-2030 dengan visi hingga 2050. Dokumen ini disusun untuk memperbarui kebijakan dan orientasi pembangunan baru dari Pemerintah Pusat, sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan provinsi di tengah perubahan pada model pertumbuhan, struktur ekonomi, sistem infrastruktur, dan organisasi pembangunan spasial.

Salah satu sorotan dalam rencana tersebut adalah pengorganisasian ruang pembangunan sosial-ekonomi dengan model “5 pilar pembangunan - 3 ruang ekonomi - 5 pusat penggerak - 6 koridor ekonomi”. Kerangka ini disebut mencerminkan pola pikir pembangunan baru, visi jangka panjang, serta aspirasi untuk mendorong Thanh Hoa mencapai terobosan yang lebih kuat pada masa mendatang.

Dalam rencana itu, Thanh Hoa memprioritaskan pengembangan lima pilar utama, yakni industri pengolahan, manufaktur, dan energi; pertanian skala besar dan berteknologi tinggi; jasa, perdagangan, dan logistik; pariwisata; serta ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan transformasi digital.

Secara spasial, provinsi ini membagi pengembangan wilayah ke dalam tiga zona ekonomi: pesisir, dataran, dan pegunungan. Masing-masing zona diarahkan berkembang sesuai kondisi alam, keunggulan komparatif, dan potensi yang dimiliki, dengan tujuan membangun keterkaitan regional, memanfaatkan sumber daya secara lebih efektif, serta mendorong pembangunan yang lebih seimbang antarwilayah.

Rencana tersebut juga menetapkan lima pusat dinamis. Pusat dinamis selatan yang berpusat pada Zona Ekonomi Nghi Son tetap diposisikan sebagai kutub pertumbuhan regional, sekaligus pusat industri, energi, layanan pelabuhan, dan logistik utama. Sementara itu, kawasan perkotaan Thanh Hoa dan sekitarnya diarahkan menjadi pusat administrasi, politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan ilmu pengetahuan-teknologi provinsi, serta salah satu pusat sosial-ekonomi penting di wilayah Tengah Utara.

Kawasan Sam Son - Hai Tien diproyeksikan sebagai pusat pariwisata pantai bertaraf nasional dan internasional. Bim Son - Thach Quang ditetapkan sebagai pusat industri, perdagangan, dan jasa di wilayah utara. Adapun Lam Son - Sao Vang diidentifikasi sebagai pusat dinamis baru yang terkait dengan Bandara Tho Xuan, industri teknologi tinggi, serta pertanian terapan berteknologi tinggi.

Untuk memperkuat konektivitas, rencana ini memasukkan enam koridor ekonomi yang berperan menghubungkan provinsi, wilayah, pusat ekonomi, hingga tujuan internasional. Koridor tersebut meliputi koridor ekonomi utara-selatan timur; utara-selatan barat; timur-barat; timur laut; koridor pesisir; serta koridor ekonomi internasional yang menghubungkan Pelabuhan Nghi Son dan Bandara Tho Xuan dengan provinsi-provinsi barat laut dan Republik Demokratik Rakyat Laos melalui Gerbang Perbatasan Internasional Na Meo.

Fitur baru yang menonjol dalam rencana ini adalah orientasi penelitian untuk membangun Zona Ekonomi Digital dan Inovasi Thanh Hoa. Zona ini diarahkan untuk membuka ruang pengembangan baru bagi industri teknologi tinggi, layanan digital, dan ekonomi digital, serta direncanakan dibentuk di wilayah perkotaan Thanh Hoa dan Lam Son-Sao Vang guna memperkuat posisi Thanh Hoa sebagai pusat inovasi regional.

Di sisi lain, rencana tersebut menargetkan penguatan Zona Ekonomi Nghi Son agar berkembang menjadi salah satu pusat pelabuhan pantai, industri, jasa, dan perkotaan utama di tingkat nasional. Pengembangan ini juga mencakup pembentukan pusat logistik berskala besar, kawasan industri modern, serta sistem perkotaan dinamis dengan dampak yang kuat.

Dalam sektor perkotaan, Thanh Hoa menargetkan tingkat urbanisasi minimum 50% pada 2030 melalui pengembangan sistem perkotaan multi-pusat yang terhubung dengan transportasi umum modern dan koridor ekonomi-perkotaan.

Dalam pidatonya pada konferensi pengumuman rencana, Wakil Ketua Tetap Komite Rakyat Provinsi Mai Xuan Liem menyatakan bahwa pengumuman rencana tata ruang yang telah disesuaikan merupakan langkah awal yang penting untuk membangun landasan hukum dalam pengaturan dan pengelolaan pembangunan, serta memobilisasi dan mengalokasikan sumber daya secara efektif bagi pembangunan sosial-ekonomi.

Untuk mempercepat implementasi, para pemimpin provinsi meminta seluruh tingkatan pemerintahan, sektor, dan lembaga media meningkatkan penyebaran informasi serta pengungkapan publik atas isi rencana. Setiap sektor, bidang, dan kecamatan/kelurahan diminta mengumumkan isi rencana dalam lingkup kewenangannya, sementara para pejabat dan pegawai di semua tingkatan diminta proaktif mempelajari dan memahami dokumen tersebut guna mendukung tugas pengelolaan dan operasional.

Mai Xuan Liem juga meminta agar seluruh sektor dan daerah berpegang pada isi inti rencana, terutama lima perspektif pembangunan, empat terobosan pembangunan, model “5 pilar pembangunan - 3 ruang ekonomi - 5 pusat penggerak - 6 koridor ekonomi”, sistem indikator, serta delapan kelompok solusi utama. Berdasarkan kerangka itu, setiap sektor dan daerah diminta mengkonkretkan rencana ke dalam program, proyek, rencana, mekanisme, dan kebijakan yang sesuai dengan kondisi praktis masing-masing.