Dewan Rakyat Provinsi Ha Tinh mengesahkan penyesuaian Rencana Tata Ruang Provinsi untuk periode 2021–2030 dengan visi hingga 2050. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan konsistensi dan keseragaman dengan Rencana Induk Nasional, rencana sektoral nasional, serta rencana Wilayah Tengah Utara, sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan yang cepat, berkelanjutan, dan menyeluruh pada periode baru.
Dalam rencana yang direvisi, sejumlah indikator pembangunan utama diperbarui dan ditambahkan. Di antaranya, Ha Tinh menargetkan laju pertumbuhan ekonomi 10% atau lebih pada periode 2026–2030. PDB per kapita ditetapkan mencapai 180–185 juta VND pada 2030, dengan porsi ekonomi digital dalam PDB ditargetkan sebesar 20%. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diarahkan mencapai sekitar 0,76, sementara tingkat kemiskinan multidimensional ditargetkan turun 1,5% atau lebih per tahun.
Rencana tersebut memuat lima tugas utama dan tiga terobosan strategis. Fokus utamanya mencakup peningkatan efektivitas tata kelola dan lingkungan investasi; restrukturisasi model pertumbuhan; pengembangan dunia usaha; peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial; serta penguatan kerja sama dan integrasi yang dikaitkan dengan pertahanan dan keamanan nasional.
Tiga terobosan strategis yang ditekankan meliputi transformasi digital secara komprehensif, pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi, serta pembangunan infrastruktur yang tersinkronisasi dan modern.
Dari sisi penataan ruang, provinsi direstrukturisasi menjadi lima zona ekonomi, yaitu zona ekonomi pusat, zona ekonomi utara, zona ekonomi penggerak pertumbuhan selatan, zona ekonomi ekologi–pertanian–kehutanan berkelanjutan, serta zona ekonomi kelautan terpadu dan zona konservasi ekologi kelautan.
Selain itu, rencana yang disesuaikan juga mengatur pembentukan empat koridor ekonomi: koridor dinamis pesisir, koridor ekonomi Timur–Barat, koridor ekologi, serta koridor penghubung perbatasan selatan.
Dokumen revisi turut menetapkan kelompok sektor ekonomi utama yang menjadi pendorong pertumbuhan, mencakup sektor unggulan provinsi, sektor yang memiliki potensi dan keunggulan untuk dikembangkan, sektor baru sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang, serta jasa pendukung yang menghubungkan rantai nilai. Salah satu orientasi yang disorot adalah pengembangan pusat industri ramah lingkungan dan energi di Zona Ekonomi Vung Ang.
Penyesuaian juga dilakukan pada sistem perkotaan. Rencana memuat tiga kawasan perkotaan strategis dan empat poros pembangunan. Pada 2030, seluruh provinsi ditargetkan memiliki 15 kawasan perkotaan dan satu kawasan perkotaan baru, termasuk dua kawasan perkotaan tipe II.
Untuk zona fungsional, perubahan penting mencakup perluasan Zona Ekonomi Vung Ang dari 22.781 hektare menjadi sekitar 72.998 hektare. Rencana juga mencantumkan kajian pembentukan zona ekonomi bebas dan zona perdagangan bebas di Vung Ang, serta kemungkinan pembentukan zona kerja sama ekonomi perbatasan antara Ha Tinh dan Bolikhamsai apabila kondisi memungkinkan.
Di bidang infrastruktur teknis, rencana mendorong peningkatan melalui kajian jalan raya yang menghubungkan Gerbang Perbatasan Internasional Cau Treo, perencanaan potensi bandara di komune Yen Hoa dan Thien Cam, pembaruan sistem tenaga listrik agar selaras dengan rencana nasional, serta usulan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah berkapasitas 15–30 MW.
Rencana yang direvisi juga memuat orientasi pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta budaya. Di antaranya, terdapat arah pembangunan pusat data kecerdasan buatan berskala internasional dan rumah sakit umum provinsi di lokasi baru. Selain itu, dilakukan penyesuaian orientasi penggunaan lahan, eksploitasi mineral, pengembangan kawasan pengolahan limbah, serta penyempurnaan solusi untuk mengatur pelaksanaan rencana sesuai konteks pembangunan terbaru.