Informasi mengenai rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang mengatasnamakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) beredar di media sosial, terutama Facebook, pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Unggahan tersebut disertai tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks. Tautan yang disebarkan tidak mengarah ke laman resmi Kementerian PU.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa “Kementerian PUPR” membuka rekrutmen TPM untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2026, dengan sasaran pelamar dari lulusan SMA/SMK/STM/D3/S1. Unggahan itu juga mengajak warganet untuk mendaftar melalui tautan tertentu.
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar mewaspadai penipuan berkedok rekrutmen tenaga pendamping. Menurut Ditjen Cipta Karya, modus yang beredar umumnya mengatasnamakan rekrutmen pendamping kegiatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) atau pendamping kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat lainnya.
Dalam imbauan yang disampaikan melalui Instagram pada 6 Mei 2026, Ditjen Cipta Karya menegaskan bahwa informasi pembukaan lowongan tenaga pendamping untuk seluruh kegiatan infrastruktur berbasis masyarakat bidang Cipta Karya hanya disampaikan melalui akun resmi.
Adapun tautan yang beredar dan diklaim sebagai pendaftaran rekrutmen TPM terdeteksi meminta data pribadi, antara lain nama dan nomor akun Telegram. Permintaan data semacam ini diingatkan sebagai indikasi modus pencurian data pribadi atau phishing.
Dengan demikian, informasi dan tautan rekrutmen TPM yang mengatasnamakan Kementerian PU dan beredar di Facebook dinyatakan hoaks. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan memastikan informasi rekrutmen hanya berasal dari kanal resmi.