Survei SMRC: Penilaian Publik atas Kondisi Politik Era Prabowo Menurun, 13,5% Nilai Baik dan 42,8% Buruk

Survei SMRC: Penilaian Publik atas Kondisi Politik Era Prabowo Menurun, 13,5% Nilai Baik dan 42,8% Buruk

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei yang menunjukkan penurunan jumlah publik yang menilai kondisi politik nasional pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai baik.

Dalam survei terbaru, hanya 13,5 persen responden menyatakan keadaan politik saat ini baik atau sangat baik. Sementara itu, 42,8 persen menilai kondisi politik buruk atau sangat buruk.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan, komposisi penilaian tersebut memperlihatkan jumlah responden yang menilai buruk hampir tiga kali lipat dibanding yang menilai baik. Ia juga menyebut pola ini konsisten dengan pembelahan sikap responden dalam penilaian politik maupun ekonomi.

Selain itu, 33,6 persen responden menilai kondisi politik saat ini sedang saja, sedangkan 10,2 persen menjawab tidak tahu.

Deni menyoroti perubahan penilaian publik sejak November 2025. Pada periode tersebut, 35,8 persen responden menilai keadaan politik baik. Angka itu turun menjadi 27,1 persen pada Februari–Maret 2026, lalu kembali merosot dalam survei Juli 2026 hingga tersisa 13,5 persen.

Menurut Deni, posisi penilaian publik juga berbalik dibandingkan November 2025. Jika pada November lebih banyak responden yang menyatakan kondisi politik positif, pada Juli 2026 lebih banyak yang menilai kondisi politik nasional negatif.

Survei SMRC ini dilakukan pada 5–19 Juli 2026 dengan populasi seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sebanyak 749 responden dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon dan tatap muka.

SMRC mencatat margin of error survei sebesar +/- 3,7 persen. Untuk menilai perbedaan yang signifikan, selisih angka disebut perlu minimal dua kali margin of error atau 7,4 persen.