Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun dalam 9 Bulan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun dalam 9 Bulan

JAKARTA — Survei nasional terbaru Saeful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menurun signifikan dalam sembilan bulan terakhir. Penurunan ini sejalan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan survei dilakukan untuk mengukur perubahan persepsi publik setelah krisis geopolitik di Timur Tengah. Dalam berbagai pemberitaan sebelumnya, tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo disebut berada di kisaran 80 persen.

“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berkaitan erat dengan merosotnya sentimen positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum di Indonesia selama periode yang sama,” kata Deni Irvani dalam keterangan resmi, Minggu (26/7/2026).

Berdasarkan survei SMRC pada 5–19 Juli 2026, sebanyak 51,1 persen responden menyatakan sangat atau cukup puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Sementara itu, 46,9 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas, dan 2,1 persen tidak memberikan jawaban.

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan survei SMRC pada November 2025 yang mencatat tingkat kepuasan sebesar 81,2 persen. Pada survei Februari–Maret 2026, tingkat kepuasan turun menjadi 66,4 persen, sebelum kembali merosot menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Menurut Deni, tren sebaliknya terlihat pada tingkat ketidakpuasan. “Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan naik dari 16 persen menjadi 31,7 persen, lalu mencapai 46,9 persen pada Juli 2026,” ujarnya.

Survei SMRC melibatkan 749 warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, serta memiliki hak pilih. Sebanyak 605 responden yang memiliki telepon seluler diwawancarai melalui sambungan telepon menggunakan metode double sampling, sedangkan 144 responden nonpemilik telepon seluler diwawancarai secara tatap muka dengan metode stratified multistage random sampling.

Survei ini memiliki margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Data hasil survei divalidasi dan dibobot berdasarkan komposisi populasi yang mengacu pada DPT KPU 2024 dan Susenas BPS 2024, mencakup wilayah, jenis kelamin, desa-kota, usia, pendidikan, etnis, agama, hingga kepemilikan telepon seluler.

Selain mengukur kepuasan terhadap kinerja presiden, survei juga mencatat perubahan persepsi publik atas kondisi ekonomi nasional. Hanya 15,7 persen responden menilai kondisi ekonomi saat ini baik, sementara 49,4 persen menilai buruk dan 33,9 persen menilai sedang.