Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Temuan itu tercermin dalam survei terbaru Rumah Politik Indonesia (RPI) yang dirilis di Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2025.
Direktur Eksekutif RPI Fernando Emas mengatakan, tingkat kepuasan publik mencapai 86,4 persen yang merupakan akumulasi kategori cukup puas, puas, dan sangat puas. Sementara itu, 12,7 persen responden menyatakan tidak puas, sedangkan 0,9 persen lainnya mengaku tidak tahu atau memilih tidak menjawab.
RPI juga memetakan penilaian publik pada sejumlah bidang. Dalam bidang hukum dan pertahanan, 75,6 persen responden menyatakan puas dan 5,6 persen sangat puas. Di bidang keuangan dan ekonomi, 73,5 persen menyatakan puas dan 2,7 persen sangat puas.
Untuk bidang sosial dan politik, tingkat kepuasan tercatat 72,2 persen puas dan 3,6 persen sangat puas. Adapun pada bidang pemberantasan korupsi, RPI mencatat angka kepuasan tertinggi, yakni 81,1 persen puas dan 5,9 persen sangat puas.
Fernando menyebut, meningkatnya kepuasan publik tidak terlepas dari mulai terealisasinya sejumlah program prioritas nasional, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kebijakan PPN 12 persen untuk barang mewah, serta subsidi untuk ojek daring. Menurutnya, meski pelaksanaannya dinilai belum sempurna dan masih terdapat kekurangan, masyarakat tetap menunjukkan optimisme bahwa program-program tersebut dapat mendorong kesejahteraan.
Selain kepuasan, survei RPI juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 92,7 persen, yang dihitung dari kategori cukup percaya, percaya, dan sangat percaya. Fernando menilai, tingginya kepuasan dan kepercayaan publik menggambarkan konsistensi antara persepsi positif terhadap kebijakan dan hasil yang dirasakan masyarakat, sekaligus menjadi indikator stabilitas dukungan terhadap pemerintahan.

