Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan hasil survei lembaganya yang menunjukkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih menjadi institusi yang paling dipercaya publik. Dalam temuan tersebut, 15 persen responden menyatakan sangat percaya dan 78 persen cukup percaya terhadap TNI.
Survei dilakukan terhadap 1.220 responden pada 15–21 Januari 2026. Burhanuddin mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap TNI mengalami sedikit penurunan dibandingkan survei sebelumnya, meski angkanya tetap berada di atas 90 persen.
Setelah TNI, lembaga yang menempati posisi berikutnya dalam tingkat kepercayaan publik adalah Presiden, disusul Kejaksaan Agung di peringkat ketiga. Selanjutnya, tingkat kepercayaan publik tercatat pada Mahkamah Konstitusi, Pengadilan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI disebut sebagai lembaga dengan tingkat kepercayaan paling rendah dalam survei tersebut.
Burhanuddin menilai penurunan kepercayaan publik terhadap TNI berkaitan dengan indikasi meluasnya peran TNI di luar urusan pertahanan. Ia menyinggung adanya indikasi keterlibatan TNI dalam sejumlah urusan non-pertahanan, seperti MBG dan Koperasi Merah Putih.
Karena itu, Burhanuddin mendorong agar TNI melakukan koreksi agar tidak terlalu terlibat dalam urusan sipil.
Survei ini dilakukan melalui metode wawancara langsung. Indikator Politik Indonesia menyebut tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

