Suka Duka Pedagang di Arena Kampanye PAN di Istora Senayan

Suka Duka Pedagang di Arena Kampanye PAN di Istora Senayan

Kemeriahan kampanye PAN di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (3/4/2014), tak hanya menyisakan cerita politik. Di balik kerumunan massa, para pedagang yang mengais rezeki di sekitar lokasi juga merasakan pengalaman beragam—ada yang meraup untung, ada pula yang pulang dengan keluhan.

Aris, pedagang kopi keliling yang akrab disebut pedagang “Starling”, mengaku dagangannya laris di arena kampanye. Ia mengatakan, pendapatan hariannya biasanya berkisar Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Namun pada hari itu, keuntungan yang ia peroleh disebut meningkat hingga dua kali lipat.

“Kayaknya sampai dua kali lipat. Satu orang beli Rp 3.000-4.000 kan lumayan. Ini tinggal sedikit bungkusan kopi,” ujar Aris dengan raut wajah senang.

Berbeda dengan Aris, pedagang siomay bernama Mansyur justru mengaku mengalami kerugian. Ia menyebut dirinya tertipu oleh seseorang yang mengaku simpatisan PAN bernama Rudy. Mansyur mengatakan, ia ditemui di kawasan Senayan dan diajak berjualan di lokasi kampanye dengan uang muka Rp 100 ribu serta janji pembayaran tambahan setelah acara selesai.

Namun, menurut Mansyur, hingga satu jam berlalu sampai kampanye berakhir, Rudy tak juga datang untuk melunasi janji tersebut. “Saya telepon nomornya salah. Saya tanya yang namanya Rudy enggak ada yang tahu. Bingung saya ini, nombok dong belanja hari ini,” keluhnya.

Mansyur menjelaskan, untuk berjualan siomay ia biasanya menyiapkan satu panci yang minimal bisa menghasilkan sekitar Rp 400 ribu. Hingga acara selesai, siomay yang terjual disebut sudah lebih dari setengah panci. “Ini kalau diduitin bisa 200 ribu lebih. Aduh, kapok dah kalau tahu begini,” katanya.