Sesama Keluarga Berhadapan di Pemilu 2024 Sulsel, dari Menantu hingga Paman-Ponakan

Sesama Keluarga Berhadapan di Pemilu 2024 Sulsel, dari Menantu hingga Paman-Ponakan

Pemilu 2024 di Sulawesi Selatan turut diwarnai persaingan antaranggota keluarga yang sama-sama maju sebagai calon legislatif. Sejumlah nama tercatat akan berhadapan dalam perebutan kursi parlemen, mulai dari relasi ipar, paman dan ponakan, hingga sesama menantu.

Salah satu pertarungan terbaru muncul di Dapil Sulsel IV yang meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar. Dua caleg yang sama-sama menantu mantan Bupati Bantaeng Azikin Solthan, yakni Sri Dewi Yanti dan Yudi Arsono (Yudi Ondong), maju dari partai berbeda untuk DPRD Sulsel.

Yudi Ondong maju melalui Partai Gerindra dan akan mendampingi petahana Vonny Amelia. Ia disebut memilih jalur politik yang sama dengan mertuanya, Azikin Solthan, dengan bergabung di partai yang dibentuk Prabowo Subianto.

Sementara itu, Sri Dewi Yanti maju melalui Partai Nasdem dan akan mendampingi petahana Ady Ansar. Ia mengikuti jejak suaminya, Ilham Azikin, yang bergabung sebagai kader Partai Nasdem. Sri Dewi Yanti juga dikenal sebagai Ketua PKK Bantaeng.

Dapil Sulsel IV memiliki tujuh kursi DPRD Sulsel. Pada Pemilu 2019, tidak ada partai politik yang meraih dua kursi di dapil ini. Menjelang Pemilu 2024, Partai Nasdem dan Partai Gerindra disebut bersaing untuk merebut peluang dua kursi di Dapil Sulsel IV.

Di tingkat partai, Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse menargetkan 24 kursi DPRD Sulsel pada Pemilu 2024, atau naik dua kali lipat dibanding capaian Nasdem pada Pemilu 2019 yang meraih 12 kursi dan posisi Wakil Ketua DPRD Sulsel. Rusdi Masse menyampaikan keyakinan partainya menyiapkan dua dapil untuk target tiga kursi, yakni Dapil Makassar A dan Dapil IX (Pinrang, Sidrap, Enrekang), serta empat dapil lain untuk target dua kursi.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras menargetkan 17 kursi DPRD Sulsel pada Pemilu 2024. Ia menyatakan Gerindra Sulsel menyiapkan caleg di seluruh tingkatan dan nomor urut, serta mendorong kerja maksimal di semua dapil dengan sistem pemilu terbuka.

Selain di Bantaeng dan sekitarnya, pertarungan keluarga juga tercatat terjadi di Bone. Andi Rio Idris Padjalangi akan berhadapan dengan pamannya, Andi Fahsar M Padjalangi, dalam perebutan kursi DPR RI dari Partai Golkar di Dapil Sulsel II. Andi Rio disebut menatap periode keempatnya di DPR RI setelah terpilih pada Pemilu 2009, 2014, dan 2019.

Andi Fahsar M Padjalangi, yang merupakan Bupati Bone, juga maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Golkar di dapil yang sama. Ia memiliki pengalaman memenangkan Pilkada Bone tiga kali, yakni satu kali sebagai wakil bupati dan dua kali sebagai bupati. Dengan majunya Fahsar, keduanya akan bersaing langsung untuk melenggang ke parlemen.

Pertarungan paman dan ponakan juga muncul di Takalar. Fia Fauzia Burhanuddin maju sebagai caleg DPRD Sulsel di Dapil Sulsel III (Gowa–Takalar) melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia mengikuti jejak ayahnya, Burhanuddin Baharuddin, mantan Bupati Takalar periode 2012–2017, yang disebut memperkuat PPP.

Fia Fauzia Burhanuddin, kelahiran Makassar 15 September 1995, disebut berlatar akuntan. Ia menyelesaikan Magister Akuntansi di Universitas Hasanuddin pada 2020 dan saat ini menempuh pendidikan doktor di universitas yang sama. Dalam kontestasi ini, Fia akan berhadapan dengan pamannya, Fahruddin Rangga, yang merupakan adik kandung Burhanuddin Baharuddin.

Fahruddin Rangga disebut telah dua periode duduk di DPRD Sulsel dan membidik periode ketiga. Dengan demikian, Dapil Sulsel III menjadi salah satu arena persaingan keluarga yang turut mewarnai Pemilu 2024 di Sulawesi Selatan.