Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengumpulkan seluruh jajaran pimpinan dan pejabat BGN sesaat setelah resmi dilantik menggantikan Nanik S. Deyang. Pertemuan perdana itu digunakan untuk memberikan arahan terkait langkah pembenahan tata kelola sekaligus memastikan seluruh jajaran tetap fokus menjalankan tugas.
Dalam arahannya, Sudaryono menyatakan memahami adanya berbagai persoalan tata kelola yang tengah dihadapi BGN. Ia meminta seluruh jajaran menghadapi persoalan tersebut secara terbuka dan berkomitmen untuk menyelesaikannya.
“Saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan, dan kita harus we have to run into the problem. Kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah,” kata Sudaryono di Kantor BGN, Rabu (22/7).
Sudaryono juga menegaskan proses hukum yang sedang berjalan akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Menurut dia, BGN akan mendukung proses penegakan hukum sebagai bagian dari komitmen membangun tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel.
Meski demikian, ia mengingatkan agar situasi yang dihadapi tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan secara optimal.
“Badan Gizi ini harus terus tetap bekerja dengan optimal. Maka saya ingin mengajak kepada seluruh tim untuk kita jangan larut terhadap pesimisme dan kesedihan ini. Jadi harus optimistis, kita bisa selesaikan persoalan ini dan kita yakin bahwa program ini baik,” tegas Sudaryono.
Lebih lanjut, Sudaryono mengatakan pembenahan BGN akan dilakukan melalui penguatan sistem agar pelaksanaan program tidak bergantung pada individu, melainkan ditopang tata kelola yang kuat dan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan maupun menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program.
“Saya khususnya bersama dengan tim semua siap mendengar masukan, siap mendengarkan informasi dan input dari mana pun, dari siapa pun, termasuk dari awak media. Kalau ada misalnya dapur yang tidak benar, segera laporkan. Kita langsung investigasi,” ujar Sudaryono.