Indragiri Hilir—Sponsor utama Turnamen Bupati Cup Indragiri Hilir (Inhil) 2026, Maskur Pinang Jaya, melontarkan kritik terhadap panitia pelaksana dan PSSI Indragiri Hilir, meski ajang tersebut telah resmi berakhir. Ia mempertanyakan transparansi penyelenggaraan, khususnya terkait pencetakan dan penjualan tiket pertandingan.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Maskur menyatakan tidak pernah menerima informasi mengenai jumlah tiket yang dicetak maupun jumlah tiket yang terjual selama turnamen berlangsung.
“Pada intinya saya yang membuat acara Bupati Cup Inhil 2026 ini. Saya tidak pernah dikasih tahu berapa tiket yang dicetak dan berapa tiket yang dijual selama pertandingan berlangsung,” tulis Maskur.
Ia juga menyoroti kondisi tribun tertutup yang disebut berkapasitas sekitar 1.200 penonton, namun sudah penuh sesak. Menurut Maskur, sejumlah penonton yang telah memiliki tiket justru tidak dapat masuk ke tribun, termasuk anggota keluarganya.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan Maskur terkait asal-usul tiket yang beredar. “Dari mana datangnya tiket-tiket tersebut? Kenapa bisa sebanyak itu tiket beredar?” tulisnya.
Selain menyoroti distribusi tiket, Maskur meminta Ketua PSSI Indragiri Hilir mengevaluasi oknum-oknum yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen. Ia menyebut sebelumnya telah menyampaikan keinginan agar Bupati Cup tahun depan digelar lebih besar, apabila pelaksanaan tahun ini berjalan baik.
Maskur juga mengaku kecewa karena tiket untuk keluarganya disebut sebagai bantuan panitia. Ia menegaskan persoalan yang disampaikannya bukan terkait uang, melainkan keterbukaan pengelolaan kegiatan. “Saya tidak pernah mempermasalahkan uang, tapi semua harus jelas dan transparan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, PSSI Indragiri Hilir maupun panitia Bupati Cup Inhil 2026 belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Maskur. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi.