Sebuah seminar membahas berbagai solusi untuk meningkatkan transparansi di pasar emas dan properti, di tengah gejolak yang dinilai signifikan pada kedua sektor tersebut. Penyelenggara menyebutkan, harga emas domestik terus meningkat tajam dan pada beberapa waktu tercatat berbeda hingga puluhan juta VND per ons dibandingkan harga dunia. Sementara itu, pasar properti mengalami penurunan likuiditas, namun harga dinilai tetap tinggi.
Dalam forum tersebut, para delegasi memusatkan pembahasan pada tiga isu utama. Pertama, hambatan yang mengganggu transparansi pasar emas dan properti. Kedua, usulan pendirian bursa emas nasional. Ketiga, peran data, teknologi, dan kerangka hukum dalam membangun “fondasi aset” yang berkelanjutan.
Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Dr. Le Ngoc Dung, Presiden Asosiasi Seni Rupa, Perhiasan, dan Batu Permata Vietnam sekaligus Presiden Asosiasi Pengrajin dan Merek Vietnam; Dr. Nguyen Minh Phong, Wakil Presiden Asosiasi Informasi dan Konsultasi Ekonomi dan Perdagangan Vietnam; Pengacara Hoang Minh Hien, Wakil Ketua Asosiasi Pengacara Hanoi; serta Nguyen Quang Huy, pakar ekonomi dan CEO Departemen Keuangan dan Perbankan Universitas Nguyen Trai.
Penyelenggara menyatakan seminar ini tidak hanya bertujuan menganalisis fluktuasi pasar jangka pendek, tetapi juga membuka perspektif jangka panjang terkait pembangunan platform data yang transparan, kerangka hukum yang tersinkronisasi, serta penguatan kepercayaan pasar. Faktor-faktor tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di era baru.
Sejumlah usulan yang mengemuka dalam seminar meliputi percepatan pengoperasian bursa emas nasional, pengendalian ketat arus emas dan transaksi spontan di pasar, pembentukan dana investasi emas dan penerbitan sertifikat deposito emas, serta digitalisasi dan identifikasi produk emas beserta pelaku usaha produksi dan perdagangan emas secara bersamaan untuk memperkuat pengelolaan transaksi perdagangan emas.