Seleksi Sekdes di Ngimbang Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi dan Dugaan Pengondisian

Seleksi Sekdes di Ngimbang Disorot, Warga Pertanyakan Transparansi dan Dugaan Pengondisian

Proses seleksi calon Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, menuai sorotan. Sejumlah warga mempertanyakan transparansi dan independensi panitia seleksi setelah muncul dugaan suap atau pengondisian salah satu calon.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa ketua panitia seleksi diketahui dijabat Asmungi, pensiunan Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngimbang, sementara Yono merupakan Kepala Desa Ngimbang.

Menurut warga tersebut, terdapat lima peserta yang mendaftar sebagai calon Sekdes. Empat peserta berpendidikan sarjana dan satu peserta lulusan SMA. Namun, di masyarakat beredar informasi bahwa salah satu calon, Rhyzoma yang akrab disapa Riko, disebut-sebut telah “terkondisikan” sebagai pemenang sejak awal proses seleksi.

Warga itu juga menyebut isu yang berkembang menyatakan para calon lain tidak mengetahui adanya dugaan pengondisian tersebut. Ia menambahkan, muncul anggapan bahwa sebagian peserta kemungkinan tidak akan mengikuti kompetisi apabila sejak awal mengetahui bahwa hasil seleksi diduga sudah diarahkan.

Riko disebut dikenal sebagai pemilik Apotek Ngimbang Farma. Warga tersebut juga menyampaikan bahwa Riko disebut-sebut memahami secara detail mekanisme dan materi ujian seleksi.

Berdasarkan informasi yang beredar, proses pelantikan disebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) permohonan pelantikan yang diajukan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lamongan.

Sejumlah warga meminta Pemerintah Desa Ngimbang dan panitia seleksi memberikan klarifikasi secara terbuka demi menjaga kepercayaan publik sebelum SK pelantikan diajukan ke DPMD Kabupaten Lamongan. Warga juga berharap ada pihak yang berani melaporkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan apabila proses dinilai tidak terbuka atau tidak transparan.

“Transparansi proses seleksi dinilai penting untuk memastikan bahwa jabatan strategis seperti Sekdes benar-benar diisi oleh kandidat yang lolos secara objektif dan profesional,” ujar warga tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Sabtu (21/2/2026), Asmungi menyatakan panitia telah berupaya melaksanakan seleksi secara transparan. “Sudah saya katakan mulai sosialisasi sampai ujian, panitia sudah berusaha menyampaikan seterbuka mungkin, itu yang bisa saya sampaikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngimbang, Yono, belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.