Sejumlah Hoaks yang Menyeret Nama Ahok, dari Klaim Bantuan Ramadan hingga Isu Jabatan Publik

Sejumlah Hoaks yang Menyeret Nama Ahok, dari Klaim Bantuan Ramadan hingga Isu Jabatan Publik

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Salah satu klaim terbaru menyebut adanya video Ahok yang mengumumkan program bantuan dana selama bulan Ramadan.

Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak sesuai fakta. Video yang digunakan dalam unggahan itu diketahui diambil dari pengumuman terkait keterlibatan Ahok sebagai narasumber acara Wealth Wisdom 2025 - Resilient Wealth, Confident Future, pada sesi “Resilient in Growth, Stronger Foundation” yang digelar pada 7 Oktober 2025 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, bukan pengumuman pemberian bantuan Ramadan.

Dalam unggahan yang beredar di Facebook pada 16 Februari 2026, video itu disertai tulisan “BAGI BAGI BANTUAN SELAMA BULAN RAMADHAN” dan narasi panjang yang mencatut pernyataan Ahok seolah-olah akan memberikan “tunjangan dana tunai” serta meminta data penerima melalui WhatsApp untuk kemudian ditransfer. Unggahan tersebut juga memuat caption “Program tunjangan dana bantuan modal usaha selama bulan Ramadhan” dan menyertakan tautan untuk mengirim pesan.

Selain klaim bantuan Ramadan, sejumlah hoaks lain juga pernah menyeret nama Ahok. Pada 3 Juni 2023, beredar video yang diklaim memperlihatkan Presiden Joko Widodo melantik Ahok sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Video berdurasi 10 menit 22 detik itu menggunakan thumbnail yang menampilkan Jokowi dan Ahok berjabat tangan, lalu dikaitkan dengan narasi bahwa Ahok “resmi dilantik” untuk memimpin IKN.

Hoaks lainnya muncul pada 24 Februari 2023. Saat itu, beredar kabar di media sosial yang menyebut Ahok resmi menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 24 Februari 2023. Klaim tersebut disertai unggahan video berjudul “UPDATE TERKINI AHOK JADI KETUA KPK...” dengan thumbnail yang menampilkan Jokowi dan Ahok berjabat tangan, serta narasi yang menyatakan Ahok telah resmi menjabat.

Rangkaian klaim tersebut menunjukkan pola penyebaran informasi menyesatkan yang kerap memanfaatkan potongan video, gambar thumbnail, dan narasi sensasional untuk membangun kesan seolah-olah sebuah peristiwa benar terjadi. Masyarakat diimbau untuk memeriksa konteks video, tanggal peristiwa, serta memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.