Sebuah video yang beredar di Facebook menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah mengadakan kuis susun kata berhadiah dana untuk modal usaha. Unggahan itu disertai ajakan menyusun huruf “B-R-E-K-H-A” serta peringatan bahwa akun yang membagikan konten tersebut diklaim sebagai akun “real/resmi”.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video tersebut tidak benar. Video yang beredar dinyatakan hoaks dan merupakan hasil manipulasi menggunakan artificial intelligence (AI).
Berdasarkan penelusuran, video itu bersumber dari kanal YouTube iNews dan diunggah pada 8 September 2025. Dalam video aslinya, Purbaya menanggapi tuntutan “17+8” yang disuarakan kelompok masyarakat sipil dalam gelombang protes pada Agustus 2025.
Dalam rekaman asli, Purbaya menyatakan belum sempat mempelajari secara rinci tuntutan tersebut. Ia juga berpendapat tuntutan itu kemungkinan hanya mewakili sebagian kecil masyarakat. Tidak ada pernyataan Purbaya mengenai kuis susun kata maupun pembagian dana modal usaha.
Untuk memeriksa keaslian konten yang beredar, Kompas.com melakukan pengecekan menggunakan Hive Moderation, alat yang dapat mendeteksi campur tangan AI dalam sebuah konten. Hasilnya, video tersebut terdeteksi mengalami manipulasi AI.
Manipulasi disebut dilakukan dengan mengganti suara asli Purbaya menggunakan suara tiruan yang dihasilkan oleh AI generatif, dengan probabilitas terdeteksi mencapai 84,5 persen.
Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya membagikan modal usaha melalui kuis susun kata di Facebook dinyatakan hoaks. Video yang beredar merupakan hasil manipulasi, terutama pada bagian suara.

