Rencana Tata Ruang Koridor Vinh–Cua Lo Disesuaikan, Dibagi Menjadi Empat Zona Fungsional

Rencana Tata Ruang Koridor Vinh–Cua Lo Disesuaikan, Dibagi Menjadi Empat Zona Fungsional

Pemerintah Provinsi Nghe An menyesuaikan rencana tata ruang di sepanjang koridor Jalan Raya Vinh–Cua Lo dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi. Area penyesuaian mencakup sebagian lahan di kelurahan Vinh Phu, Cua Lo, Vinh Loc, serta komune Dong Loc, dengan luas lebih dari 1.750 hektare di sepanjang lebih dari 11 kilometer ruas jalan. Skema perencanaan awalnya disetujui pada 2019.

Penyesuaian ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan koridor tersebut sebagai poros pembangunan strategis yang menghubungkan pusat Kota Vinh dengan kawasan pesisir Cua Lo. Selain itu, rencana ini ditujukan untuk mengarahkan pengembangan berbagai zona fungsional guna memperluas ruang kota ke arah utara dan timur, sekaligus menciptakan momentum menarik investasi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan di kedua sisi jalan.

Menindaklanjuti arahan Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Hoang Phu Hien dalam sesi kerja pada April 2026, Departemen Konstruksi bersama konsorsium konsultan—termasuk Institut Penelitian Desain Perkotaan dan Institut Perencanaan dan Arsitektur Provinsi Nghe An—memasukkan serta merevisi sejumlah konten dalam rencana zonasi yang disesuaikan untuk Boulevard Vinh–Cua Lo dan kawasan di kedua sisinya.

Dalam proses pembaruan, Departemen Konstruksi dan konsorsium konsultan juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memperbarui daftar proyek. Tercatat ada 11 proyek yang sudah berjalan atau sedang diimplementasikan dalam skema perencanaan di kelurahan Vinh Phu, Cua Lo, Vinh Loc, serta desa Dong Loc.

Rencana yang direvisi membagi kawasan menjadi empat zona fungsional, yakni Zona 1 kawasan perkotaan ekologis gerbang, Zona 2 kawasan perkotaan cerdas dan kreatif, Zona 3 pusat administrasi terpusat, dan Zona 4 kawasan perkotaan komersial serta pariwisata. Secara bersamaan, kondisi terkini area yang memerlukan pembebasan lahan ditinjau dan dinilai, disertai usulan solusi untuk sistem transportasi, drainase, serta penataan ruang arsitektur di sepanjang kedua sisi jalan.

Dalam penutupan rapat, Hoang Phu Hien menegaskan penyesuaian rencana tata ruang Boulevard Vinh–Cua Lo merupakan tugas penting dan mendesak. Menurutnya, dokumen ini menjadi dasar bagi pengelolaan pembangunan perkotaan, pengelolaan lahan, investasi konstruksi, penarikan investasi, serta pelaksanaan proyek di wilayah tersebut.

Meski pada prinsipnya menyetujui penyesuaian yang diusulkan, ia meminta sejumlah aspek ditelaah lebih lanjut. Di antaranya, pengaturan lalu lintas dinilai perlu dikaji untuk memperoleh solusi yang lebih optimal. Ia juga menyoroti kebutuhan peningkatan jumlah jalan layang dan terowongan guna memastikan kemudahan akses menuju jalan tol Utara–Selatan, serta menjaga konektivitas yang sinkron sesuai standar perencanaan kota. Selain itu, rencana penyediaan tempat parkir dan area parkir umum diminta ikut dipertimbangkan.

Untuk pembagian empat zona fungsional, Hoang Phu Hien menyampaikan arahan spesifik. Di Zona 1, ia menekankan perlunya penambahan landmark, termasuk pembangunan gedung ikonik dan sistem pencahayaan artistik di persimpangan utama guna membangun citra dan menegaskan karakter modern kawasan tersebut.

Di Zona 2, ia meminta integrasi model kota pintar dengan prioritas pada pengembangan ruang multifungsi yang menyelaraskan ruang kerja dan fasilitas modern. Infrastruktur digital dan ruang inovasi menjadi perhatian, termasuk alokasi lahan untuk co-working space dan ekosistem startup, serta mekanisme insentif untuk menarik perusahaan teknologi.

Untuk Zona 3, ia menekankan pentingnya ruang publik multifungsi. Lapangan diminta dikembangkan agar mengintegrasikan fasilitas rekreasi dan lanskap artistik dengan tujuan menjadikan kawasan administrasi sebagai pusat komunitas yang aktif pada siang maupun malam hari. Ia juga mendorong pembangunan sistem konektivitas cerdas, seperti jalur pejalan kaki layang yang menghubungkan gedung-gedung utama, guna mengoptimalkan pergerakan dan mengurangi kemacetan.

Sementara itu, Zona 4 diminta melakukan kajian lebih lanjut terkait konsep “ekonomi malam hari”, termasuk perencanaan jalan-jalan komersial dan jasa yang beroperasi sepanjang malam.

Dari sisi infrastruktur teknis, rapat juga menekankan perhatian pada solusi drainase, pembentukan danau pengatur, serta perencanaan perataan lahan untuk kawasan permukiman yang sudah ada maupun area pembangunan baru.