Rekrutmen Pendamping Lokal Desa 2026 via WhatsApp Dipastikan Hoaks

Rekrutmen Pendamping Lokal Desa 2026 via WhatsApp Dipastikan Hoaks

Informasi rekrutmen Pendamping Lokal Desa (PLD) periode Mei 2026 yang beredar di media sosial dan mencantumkan nomor WhatsApp untuk pendaftaran dipastikan tidak benar. Unggahan tersebut dinyatakan sebagai hoaks dan disebut sebagai modus penipuan.

Konten rekrutmen itu beredar melalui sebuah unggahan Facebook pada 5 Mei 2026. Dalam narasinya, unggahan tersebut mengklaim “lowongan PLD 2026 resmi dibuka” dan mengajak masyarakat mendaftar melalui nomor WhatsApp. Unggahan itu juga memuat sejumlah klaim, antara lain gaji hingga Rp15 juta, peluang peningkatan status menjadi PPPK/P3K, serta penempatan kerja di daerah asal.

Namun, klaim rekrutmen tersebut bertentangan dengan pernyataan resmi pemerintah. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Yandri Susanto menegaskan belum ada rekrutmen tenaga pendamping desa.

“Jadi, kami tegaskan di forum terhormat ini belum ada rekrutmen terhadap pendamping desa,” kata Yandri dalam rapat tersebut, sebagaimana diberitakan Antara pada 3 Februari 2026.

Yandri menyampaikan penegasan itu sekaligus sebagai imbauan agar masyarakat waspada terhadap penipuan rekrutmen yang marak di media sosial. Ia menyebut banyak modus yang mencatut informasi gaji tinggi, seperti Rp17 juta atau Rp15 juta, sehingga berujung pada korban penipuan.

Menurut Yandri, Kemendes PDT saat itu sedang melakukan evaluasi terhadap pendamping desa. Dari total 34.000 pendamping desa, sekitar 8.000 orang telah dievaluasi. Ia juga menyebut pengisian kebutuhan pendamping akan dilakukan jika ada dukungan biaya dari Kementerian Keuangan.

Dengan demikian, unggahan rekrutmen PLD 2026 yang mengarahkan pendaftaran melalui WhatsApp merupakan informasi palsu. Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap tawaran rekrutmen serupa yang beredar di media sosial.