Informasi palsu atau hoaks kerap menyasar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan menyebar luas melalui media sosial. Narasinya beragam, mulai dari klaim SPBU dibakar massa hingga informasi program pengisian bahan bakar minyak (BBM) gratis.
Sejumlah konten yang beredar tersebut ditemukan dalam unggahan di Facebook pada waktu berbeda, dengan narasi yang memancing reaksi publik. Berikut beberapa contoh hoaks terkait SPBU yang sempat beredar.
Klaim SPBU dibakar massa karena protes kebijakan pembatasan BBM
Salah satu hoaks yang beredar berupa video yang menampilkan situasi kebakaran di SPBU. Unggahan itu disertai narasi bahwa SPBU dibakar massa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pembatasan BBM, termasuk klaim bahwa kendaraan bermotor yang pajaknya mati tidak boleh mengisi BBM. Konten semacam ini beredar setidaknya sejak pertengahan pekan, dan salah satu unggahan tercatat diposting pada 8 Juli 2026.
Isu Pertamina mengadakan pengisian BBM gratis pada 29–30 Februari 2026
Hoaks lain menyebut adanya program pengisian BBM gratis di seluruh SPBU di Indonesia pada 29–30 Februari 2026. Informasi ini disebarkan melalui poster yang memuat logo Danantara dan Pertamina, disertai ajakan untuk mencatat tanggal tersebut. Salah satu unggahan yang memuat klaim itu diposting pada 7 Februari 2026, dengan narasi tambahan yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
Video kebakaran SPBU yang diklaim terjadi di Bekasi pada awal April 2025
Konten lain yang juga beredar adalah video kebakaran hebat di SPBU, memperlihatkan api membakar dua mesin pengisian dan kepulan asap hitam, sementara sejumlah orang tampak berupaya memadamkan api. Video tersebut diklaim sebagai peristiwa kebakaran SPBU di Bekasi, Jawa Barat, pada awal April 2025. Salah satu akun Facebook mengunggahnya pada 3 April 2025 dengan keterangan yang menyebut lokasi kejadian berada di Bekasi dan berharap tidak ada korban jiwa. Unggahan itu tercatat telah dibagikan dan memicu komentar warganet.
Rangkaian contoh tersebut menunjukkan bahwa isu terkait SPBU kerap dijadikan bahan disinformasi dengan memanfaatkan video atau poster yang dibingkai narasi tertentu. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.