Ragam Hoaks yang Menyasar Kementerian Pertanian di Media Sosial

Ragam Hoaks yang Menyasar Kementerian Pertanian di Media Sosial

Hoaks kerap menyasar berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pertanian (Kementan). Informasi palsu tersebut muncul dalam beragam tema dan tersebar melalui media sosial, umumnya dengan pola mengarahkan pengguna ke tautan tertentu.

Berikut sejumlah hoaks yang mencatut nama Kementan berdasarkan temuan Cek Fakta Liputan6.com.

1. Klaim lowongan kerja Petugas Sensus Pertanian 2026

Salah satu hoaks yang beredar adalah klaim rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026” dari Kementan. Informasi ini diunggah oleh sebuah akun TikTok pada 6 Juni 2026.

Unggahan tersebut memuat rincian persyaratan, di antaranya usia 19–50 tahun, WNI, tinggal di daerah asal, serta pendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat. Dalam unggahan juga disebutkan manfaat berupa gaji hingga Rp5 juta–Rp8 juta per bulan, pelatihan pertanian modern, akses teknologi, dukungan pemerintah, dan jejaring di sektor agribisnis, serta ajakan mendaftar melalui tautan di bio.

Postingan disertai poster bergambar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan keterangan penempatan sesuai daerah masing-masing. Saat tautan di bio diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

2. Klaim link pendaftaran Petani Milenial 2026

Hoaks lain berupa klaim tautan pendaftaran “Petani Milenial 2026” yang diunggah sebuah akun Facebook pada 12 April 2026. Dalam narasinya, program tersebut disebut sebagai gagasan Kementan RI yang kembali dibuka untuk meningkatkan minat generasi muda di sektor pertanian.

Unggahan itu juga menyebut adanya penghasilan Rp10 juta per bulan dan fasilitas asuransi, serta menyatakan pendaftaran tidak dipungut biaya. Postingan dilengkapi poster bertuliskan “Pendaftaran di buka kembali PETANI MILENIAL 2026” dan “Petani Handal, Untuk Ketahanan Pangan Nasional”.

Pada unggahan terdapat menu “daftar”. Ketika diklik, tautan mengarah ke halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, termasuk nama lengkap serta nomor Telegram.

3. Klaim link pendaftaran bantuan Rp15 juta untuk petani

Selain itu, beredar pula klaim tautan pendaftaran bantuan hingga Rp15 juta untuk petani. Informasi ini ditemukan beredar di Facebook pada 23 Juli 2026.

Unggahan tersebut mengajak pengguna mengecek kelayakan dan mendaftarkan nama, dengan poin seperti cek status kelayakan, melengkapi persyaratan pendaftaran, serta memastikan data benar dan valid.

Ketiga contoh di atas menunjukkan hoaks yang mencatut Kementan dapat muncul dalam bentuk lowongan kerja, program pendaftaran, maupun bantuan, dan kerap mengarahkan pengguna ke tautan yang meminta data pribadi.