PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat realisasi penyaluran pupuk subsidi di Pulau Sumatera mencapai 737.125 ton hingga 30 April 2026. Angka tersebut setara 33 persen dari total alokasi pemerintah untuk wilayah Sumatera yang mencapai 2.228.539 ton.
Regional Chief Executive Officer 1 Pupuk Indonesia, Eko Suroso, menyampaikan bahwa capaian penyaluran tersebut didukung berbagai pihak, mulai dari Pelaku Usaha Distribusi (PUD), pemerintah daerah, hingga dinas pertanian. Ia juga menilai kebijakan pemerintah turut berdampak pada percepatan penyaluran pupuk kepada petani.
Menurut Eko, kemudahan penebusan pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers serta penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sejak Oktober 2025 menjadi faktor yang membantu proses distribusi. Ia menyebut kebijakan itu membuat penebusan lebih mudah dan harga lebih terjangkau bagi petani.
Di sisi lain, Eko menegaskan perusahaan terus memperkuat sistem distribusi agar lebih transparan dan akuntabel. Untuk tujuan tersebut, Pupuk Indonesia menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk media massa, distributor pupuk, dan pemerintah daerah. Ia menilai media memiliki peran strategis dalam memastikan informasi terkait pupuk subsidi tersampaikan secara cepat, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.
Kegiatan yang membahas distribusi pupuk subsidi itu dihadiri perwakilan media cetak, elektronik, dan online, asosiasi PUD Sumatera Selatan, distributor pupuk wilayah Sumatera Selatan, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan.
Sementara itu, Senior Manager Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Yoyo Supriyanto, menjelaskan bahwa keberhasilan distribusi pupuk subsidi turut didukung strategi pengawasan dan koordinasi di lapangan. Ia menyebut perusahaan menerapkan prinsip “Tujuh Tepat” dalam penyaluran pupuk subsidi, yakni tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat harga, tepat jenis, tepat mutu, dan tepat penerima.
Yoyo mengatakan pengawasan distribusi terus diperkuat agar pupuk benar-benar diterima petani sesuai ketentuan dan kebutuhan. Ia juga menyebut diskusi dalam kegiatan tersebut berlangsung dinamis, membahas tantangan distribusi di lapangan serta kebijakan terbaru pemerintah terkait pupuk subsidi. Masukan dari media, distributor, dan pemerintah daerah disebut menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan strategi distribusi ke depan.
Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dalam kesempatan itu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas produksi pertanian yang bergantung pada ketersediaan pupuk. Sementara General Manager Sumeks Group, Dwitri Kartini, menilai keterbukaan informasi dari perusahaan dapat berdampak positif terhadap kualitas pemberitaan mengenai distribusi pupuk subsidi, sehingga informasi yang diterima masyarakat lebih jelas dan edukatif.
Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara perusahaan, media, distributor, dan pemerintah daerah untuk memperkuat komunikasi serta menjaga sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.