PT Berkat Cipta Abadi (BCA) melakukan pemantauan rutin kualitas air sungai di sekitar area operasional perkebunan kelapa sawit di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kelestarian ekosistem perairan tetap terjaga sekaligus mendorong transparansi operasional kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram @tunassawaermagroup pada Senin (16/03/2026), pemantauan mencakup pengambilan sampel air di Sungai Bian dan Sungai Waterno. Pemeriksaan difokuskan pada parameter kimia air, terutama tingkat derajat keasaman (pH), dengan menggunakan alat pH meter.
Unit usaha Tunas Sawa Erma (TSE) Group tersebut membagi titik pengambilan sampel di dua lokasi, yakni bagian hulu dan hilir sungai yang melintasi area kerja perusahaan. Pengujian di dua titik ini dilakukan untuk membandingkan ada tidaknya perubahan signifikan pada parameter kimia air sebelum dan sesudah aliran sungai melewati wilayah operasional perkebunan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan lapangan melibatkan kolaborasi lintas divisi serta partisipasi warga setempat. Unsur yang terlibat meliputi Tim Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Laboratorium Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT BCA, Tim Hubungan Masyarakat (Humas), serta perwakilan masyarakat dari distrik setempat.
Tim ISPO bertugas memastikan prosedur pengambilan sampel berjalan sesuai standar keberlanjutan nasional. Sementara itu, petugas Laboratorium PKS menggunakan alat ukur digital untuk memperoleh angka pH yang akurat. Hasil pengukuran kemudian dicatat sebagai dokumen resmi dalam laporan pemantauan lingkungan berkala untuk instansi pemerintah.
Keterlibatan warga disebut menjadi bagian dari upaya keterbukaan, sekaligus edukasi mengenai standar keamanan air yang diterapkan perusahaan. Perusahaan juga menilai langkah ini dapat meminimalkan potensi kesalahpahaman terkait dampak aktivitas perkebunan terhadap sumber daya air masyarakat.
Tim Humas perusahaan berperan menjembatani komunikasi antara tim teknis dan warga selama proses pemantauan berlangsung, agar informasi mengenai kegiatan dan hasil pemantauan dapat dipahami dengan jelas. Keberadaan Laboratorium PKS dalam tim juga memungkinkan penanganan teknis sampel dilakukan segera, termasuk untuk mendeteksi dini fluktuasi kualitas air.
Perusahaan menyatakan data pemantauan rutin ini menjadi acuan dalam menjalankan praktik perkebunan berkelanjutan. Seluruh dokumentasi teknis disimpan sebagai bukti kepatuhan terhadap regulasi perlindungan lingkungan yang berlaku, serta menjadi bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu yang diterapkan pada unit usaha TSE Group.

