Prabowo Soroti Transparansi Kekayaan Negara dan Tekankan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Prabowo Soroti Transparansi Kekayaan Negara dan Tekankan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan kekayaan negara. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara bersama jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo mempertanyakan minimnya sorotan terhadap hilangnya kekayaan negara dalam jumlah besar selama bertahun-tahun.

“Ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi,” ujar Prabowo.

Selain soal akuntabilitas pengelolaan sumber daya negara, Prabowo juga menyampaikan fokus pemerintah pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga harga pangan tetap terkendali, memastikan pupuk tersedia dengan harga terjangkau bagi petani, serta menjalankan program Makan Bergizi (MBG) untuk anak-anak sekolah.

Menurut Prabowo, program MBG merupakan salah satu langkah untuk mengatasi persoalan gizi, termasuk stunting, yang masih dialami sebagian anak di Indonesia. Ia menyinggung adanya anggapan bahwa program tersebut dapat membebani perekonomian.

“Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan. Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah. Alasannya karena boros,” ucapnya.

Prabowo mengajak agar perhatian juga diberikan pada kondisi pangan dan pemenuhan kebutuhan dasar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan, kebijakan menjaga harga pangan, memastikan ketersediaan pupuk, dan menjalankan program makan bergizi berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat.

Pernyataan Presiden tersebut sekaligus menegaskan dorongan agar pengelolaan sumber daya negara dilakukan secara lebih akuntabel, seiring dengan upaya pemerintah memperbaiki gizi anak dan menangani stunting melalui program yang berkelanjutan.