Polda Jabar Latih 120 Pelajar di Bandung Literasi AI dan Cek Fakta untuk Tangkal Hoaks

Polda Jabar Latih 120 Pelajar di Bandung Literasi AI dan Cek Fakta untuk Tangkal Hoaks

Sebanyak 120 pelajar SMA dan SMK di Kota Bandung mengikuti pelatihan literasi digital yang digelar Polda Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat pembekalan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), teknik cek fakta, bahaya hoaks dan deepfake, serta berbagai modus penipuan digital yang kian marak.

Pelatihan yang berlangsung pada Kamis (6/8/2026) itu diikuti siswa dari SMKN 1 Bandung, SMKN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, serta SMA dan SMK XIX-1 Kartika. Para peserta diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan untuk mengedukasi teman-teman di sekolah masing-masing agar lebih bijak menggunakan media sosial dan teknologi AI.

Salah seorang peserta, Meyli, siswa SMKN 2 Bandung, mengatakan pelatihan tersebut memberinya banyak pengetahuan baru. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas pelatihan ini. Sekarang kami jadi tahu cara membedakan informasi hoaks, penipuan online, dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya,” ujarnya.

Peserta lain, Hasbi Ashidiqi, juga membagikan pengalamannya terkait risiko penipuan digital. Ia mengaku pernah hampir menjadi korban setelah mengklik tautan yang diterimanya melalui pesan. “Saya pernah mengklik link itu, lalu diarahkan ke situs judi online dan diminta mengisi data seperti email. Untungnya tidak saya lanjutkan,” katanya.

Kepala Biro SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad menyampaikan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelajar dalam menyaring informasi sekaligus memahami penggunaan AI secara bertanggung jawab. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk hal positif, namun juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat konten hoaks maupun manipulasi digital.

“Melalui pelatihan ini kami ingin peserta memahami penggunaan AI yang benar. AI memang bisa digunakan untuk membuat hoaks, tetapi AI juga dapat membantu membongkarnya. Yang menentukan tetap manusianya,” ujar Fadly.

Fadly berharap para pelajar mampu mengambil keputusan yang tepat saat menerima informasi di ruang digital, mulai dari memilah konten yang layak dibagikan, menghentikan penyebaran informasi yang meragukan, hingga melaporkannya kepada aparat penegak hukum jika mengandung unsur pelanggaran.

Sementara itu, Kabag Binkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur atau percaya pada tautan maupun informasi yang belum jelas kebenarannya. “Jangan pernah mengklik sembarang link yang belum tentu aman. Jika menjadi korban kejahatan digital, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” tegasnya.

Condro menambahkan, pelatihan serupa akan diperluas ke berbagai sekolah di wilayah hukum Polda Jabar sebagai upaya meningkatkan literasi digital sekaligus menekan penyebaran hoaks, deepfake, investasi bodong, arisan online ilegal, dan berbagai bentuk penipuan siber lainnya. “Dengan bekal yang dimiliki, kami berharap para pelajar dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah dan masyarakat sehingga semakin banyak warga yang terlindungi dari kejahatan digital,” pungkasnya.