Pimpinan Baznas Karanganyar 2026–2031 Dilantik, Bupati Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana

Pimpinan Baznas Karanganyar 2026–2031 Dilantik, Bupati Tekankan Transparansi Pengelolaan Dana

KARANGANYAR — Bupati Karanganyar Rober Christanto melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar periode 2026–2031 pada Selasa (28/7). Dalam pelantikan tersebut, Rober menekankan pentingnya transparansi sebagai kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Adapun lima pimpinan yang dilantik terdiri atas empat orang dari unsur tokoh masyarakat, yakni Danang Warsito, Joko Sutrisno, Kustiyono, dan Santoso. Sementara satu orang lainnya, Anas Aijudin, berasal dari unsur profesional.

Rober menyampaikan bahwa keberhasilan kinerja Baznas sangat bergantung pada tingkat kepercayaan publik. Menurutnya, kepercayaan itu dibangun melalui keterbukaan dalam alur pengelolaan dana. Jika kinerja dilakukan secara transparan, masyarakat dinilai tidak ragu menyalurkan zakat melalui Baznas.

Selain itu, ia juga berpesan agar jajaran pimpinan yang baru tidak segan bertanya dan berkonsultasi dengan pimpinan sebelumnya. Rober menilai proses belajar dari para senior diperlukan demi kemajuan Baznas Karanganyar ke depan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji. Ia mengapresiasi kinerja Baznas Karanganyar yang disebutnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Ahmad Darodji menyebut penghimpunan dana zakat Baznas Karanganyar berkembang dari yang semula bernilai belasan miliar rupiah hingga kini menembus Rp 30 miliar. Ia juga menyampaikan bahwa dalam ajang Baznas Jateng Award beberapa waktu lalu, Baznas Karanganyar meraih empat kategori penghargaan. Selain itu, Baznas Karanganyar disebut menjadi yang terbaik se-Indonesia dalam penetapan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang mencapai lebih dari 3.000 masjid.

Sementara itu, Ketua Baznas Karanganyar Kustiyono mengatakan kepemimpinan baru akan melanjutkan hal-hal baik dari periode sebelumnya serta menjalankan berbagai program yang telah dirancang untuk mendorong kemajuan lembaga.

Salah satu program yang disampaikan adalah ekstensifikasi UPZ sebagai upaya memaksimalkan potensi jangkauan zakat di lapangan. Kustiyono menyatakan optimistis Baznas Karanganyar dapat berkembang lebih maju pada periode mendatang.