Kupang — Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2013–2018 dipastikan berlangsung dua putaran. Kepastian itu muncul setelah rapat pleno akhir KPU NTT hingga Rabu malam tidak menghasilkan pasangan calon yang meraih 30 persen suara.
Berdasarkan hasil penghitungan suara sah, pasangan Frans Lebu Raya dan Benni Alexander Lytelnoni dengan simbol politik “Frenly” memperoleh 681.273 suara atau 29,80 persen dari total 2.270.094 suara sah. Di posisi kedua, pasangan Esthon L. Foenay dan Paul Edmundus Tallo meraih 515.836 suara atau 22,56 persen.
Posisi ketiga ditempati pasangan Ibrahim Agustinus Medah dan Melkiades Lakalena dengan 514.173 suara atau 22,48 persen. Berikutnya pasangan independen Christian Rotok dan Abraham Paul Liyanto (CristAl) meraih 332.569 suara atau 14,54 persen, sedangkan pasangan Benni Kabur Harman dan Willem Nope berada di urutan terakhir dengan 242.610 suara atau 10,61 persen.
Sesuai agenda KPU NTT, putaran kedua Pilkada Gubernur NTT dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2013. Putaran ini akan mempertemukan dua kandidat teratas, yakni Frans Lebu Raya dan Esthon L. Foenay, yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008–2013.
Meski telah berhadapan dalam kampanye, hubungan keduanya disebut tetap baik sejak Esthon menyatakan maju sebagai calon gubernur. Keduanya juga disebut memiliki keinginan untuk melanjutkan “Fren Jilid II”—simbol politik yang digunakan pada pemilihan lima tahun sebelumnya—namun perubahan dinamika politik di tingkat pusat membuat Esthon akhirnya tidak kembali berpasangan dengan Frans.
Riwayat politik Esthon mencatat ia pernah bertarung dalam Pilgub NTT periode 2003–2008 yang dipilih DPRD NTT, berpasangan dengan Gaspar Parang Ehok. Pasangan itu tersingkir di putaran pertama. Pada putaran kedua, Piet Alexander Tallo dan Frans Lebu Raya berhadapan dengan Victor Bungtilu Laiskodat dan Simon Hayon, dengan kemenangan diraih Piet Alexander Tallo dan Frans Lebu Raya.
Pada pemilihan langsung 2008, Frans Lebu Raya yang sebelumnya menjabat Wakil Gubernur NTT maju sebagai calon gubernur setelah mendapat restu Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Frans yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT kemudian berpasangan dengan Esthon L. Foenay dan keluar sebagai pemenang untuk periode 2008–2013.
Kini, keduanya kembali bertemu dalam kontestasi putaran kedua pada 15 Mei 2013, kali ini sebagai pesaing untuk memperebutkan kursi gubernur NTT periode 2013–2018.

