Sebuah pernyataan yang mengatasnamakan Anonymous menuding adanya praktik kecurangan dalam pemilu, termasuk yang disebut dilakukan oleh pendukung pasangan calon (paslon) 01 dan 03. Dalam narasinya, Anonymous menyebut pemilu sebagai ajang yang “paling mahal” dan mengklaim menemukan berbagai bentuk kecurangan yang dinilai merusak demokrasi.
Anonymous menyatakan bahwa meski koalisi 01 dan 03 menolak hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan dalih adanya kecurangan terorganisir, praktik kecurangan disebut tidak hanya dilakukan oleh satu pihak. Anonymous mengeklaim ketiga paslon terlibat dalam penggelembungan suara, namun tidak mengakui keterlibatan tersebut.
Selain itu, Anonymous juga menyinggung dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam kecurangan. Menurut klaimnya, semua paslon disebut melibatkan ASN, dengan paslon 01 dinilai paling parah karena disebut melibatkan ASN di seluruh provinsi.
Dalam pernyataannya, Anonymous mengklaim telah membantah satu per satu tuduhan kecurangan dan menyebut tidak ada pihak yang mampu membantah fakta yang ia ungkapkan. Ia juga membandingkan situasi ini dengan peristiwa pada 2019.
Anonymous turut menekankan kepercayaan pada ucapan dari kubu PDIP dan mengkritik tokoh-tokoh yang meneriakkan kecurangan, yang menurutnya justru menjadi pelaku utama kelicikan pemilu kali ini.
Di akhir pesannya, Anonymous mengingatkan pembaca agar tidak terjebak berita hoaks dan menilai informasi secara bijak.

