Pilgub Bali Digelar, Dua Pasangan Bersaing di Tengah Uji Dominasi PDIP

Pilgub Bali Digelar, Dua Pasangan Bersaing di Tengah Uji Dominasi PDIP

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali digelar hari ini. Sebanyak 2.918.824 warga Bali tercatat akan menggunakan hak pilihnya di 6.371 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah Bali.

Pada Pilgub kali ini, hanya ada dua pasangan calon yang bertarung, yakni Made Mangku Pastika–Ketut Sudikerta dan Anak Agung Ngurah Puspayoga–Dewa Sukrawan.

Dua pasangan dan dukungan partai

Pasangan I Made Mangku Pastika–Ketut Sudikerta didukung koalisi sejumlah partai, yaitu Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura, PAN, PNBK, PKPB, PKPI, serta Gerindra. Sementara itu, pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga–Dewa Sukrawan diusung oleh PDIP.

Kontestasi yang disebut jadi arena pembuktian PDIP

Pilgub Bali kali ini disebut menjadi arena pembuktian dominasi PDIP di Bali menjelang Pemilu 2014. PDIP menyatakan optimistis dapat mengantarkan kader internalnya menjadi gubernur Bali.

Bali selama ini dikenal sebagai basis kuat PDIP. Pada Pilgub Bali 2008, PDIP mengusung pasangan Made Mangku Pastika–Anak Agung Ngurah Puspayoga yang kemudian menang dengan perolehan suara 55,01 persen, mengalahkan pasangan Cokorda Budi Suryawan–Suweta (26,74 persen) dan Winasa–Alit Putra (18,25 persen).

Namun, pada Pilgub 2013 ini, Pastika dan Puspayoga tidak lagi berada dalam satu barisan dan justru saling berhadapan untuk memperebutkan posisi orang nomor satu di Bali.

Peta suara Pemilu 2009 di Bali

Dominasi PDIP juga terlihat pada Pemilu Legislatif 2009. Saat itu, PDIP meraih suara terbanyak di Bali dengan 40,94 persen dan memperoleh 24 kursi di DPRD Bali. Meski demikian, perolehan tersebut menurun dibanding Pemilu 2004 yang mencapai 51,34 persen.

Pada Pemilu 2009, partai yang mengalami peningkatan perolehan suara di Bali adalah Partai Demokrat. Partai tersebut meraih 14,61 persen, naik dari 5,53 persen pada Pemilu 2004, dan mendapatkan 11 kursi di DPRD Bali.

Adapun perolehan suara partai lainnya di Bali pada Pemilu 2009 antara lain:

  • Partai Golkar: 16,76 persen (turun dari 18,10 persen pada Pemilu 2004)
  • Partai Hati Nurani Rakyat: 3,76 persen
  • PNI Marhaen: 2,85 persen
  • Gerindra: 2,46 persen
  • PKPB: 1,99 persen
  • PKPI: 1,73 persen
  • PNBK: 1,71 persen
  • PKS: 1,43 persen

Figur calon dan dinamika kampanye

Jika mengacu pada perolehan suara partai pendukung kedua pasangan pada Pemilu 2009, peluang keduanya dinilai sama kuat. Namun, Pilgub berbeda dengan pemilihan legislatif karena faktor figur kandidat menjadi salah satu penentu.

Dalam kampanye, PDIP disebut mengerahkan sejumlah tokoh untuk mendukung pasangan Puspayoga–Sukrawan, termasuk keterlibatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Dalam salah satu kampanye di Desa Pengastulan, Buleleng, Bali, Kamis (9/5), Megawati menyatakan Pastika “mabuk kekuasaan” karena kembali maju dalam Pilgub Bali. Ia juga menuding Pastika menggunakan kekuasaan untuk menjegal pasangan yang diusung PDIP. Megawati menyinggung larangan Panwaslu terhadap Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk berkampanye.

“Mengapa baru sekarang tidak diizinkan, kenapa tidak dari dulu. Ini sudah mulai. Saya tidak senang dengan hal itu,” kata Megawati dalam kesempatan tersebut.

Hasil Pilgub Bali kini menunggu keputusan pemilih di seluruh TPS yang telah disiapkan.