Petani Sawit Soroti Belum Terlihatnya Peran BPDP dalam Pemulihan Perkebunan Rakyat di Aceh

Petani Sawit Soroti Belum Terlihatnya Peran BPDP dalam Pemulihan Perkebunan Rakyat di Aceh

BANDA ACEH — Petani kelapa sawit mempertanyakan keterlibatan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh setelah bencana banjir dan tanah longsor yang merusak kawasan perkebunan rakyat di sejumlah wilayah.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Apkasindo Bidang Organisasi, Keanggotaan, Hukum dan Advokasi, Fadhli Ali, menyatakan hingga kini pihaknya belum melihat peran dan kontribusi nyata BPDP dalam pemulihan perkebunan kelapa sawit rakyat yang terdampak bencana.

“Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabanjir dan longsor kami belum melihat peran dan kontribusi BPDP. Padahal lembaga ini memiliki anggaran yang cukup besar untuk kegiatan replanting serta pembangunan sarana dan prasarana di perkebunan kelapa sawit rakyat,” kata Fadhli Ali, Minggu (25/1/2026).

Menurut Fadhli, saat ini belum terdapat petunjuk teknis yang secara khusus mengatur intervensi BPDP dalam rehabilitasi dan rekonstruksi perkebunan pascabencana. Meski begitu, ia menilai kondisi darurat di Aceh dan beberapa wilayah Sumatra seharusnya membuka ruang bagi BPDP untuk mengambil peran.

Ia menambahkan, pada situasi normal BPDP dapat membiayai kegiatan peremajaan (replanting) dan pembangunan sarana-prasarana di kawasan perkebunan rakyat. Karena itu, ia menilai keterlibatan lembaga tersebut semestinya juga dimungkinkan saat bencana menyebabkan kawasan perkebunan rakyat mengalami kerusakan berat.

Fadhli menilai dukungan BPDP, terutama untuk penanganan sarana dan prasarana seperti perbaikan saluran drainase, pembangunan dan peningkatan jalan kebun, hingga bantuan alat berat, dapat membantu mempercepat pemulihan. Menurutnya, langkah itu juga berpotensi meringankan beban Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menggerakkan kembali sektor ekonomi di wilayah terdampak agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. Dalam pandangannya, sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit rakyat, menjadi salah satu sektor yang paling memungkinkan untuk segera bergerak dibandingkan sektor lain yang memerlukan waktu lebih lama untuk kembali berfungsi.