Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan sopir truk tangki Pertamina melakukan mogok kerja hingga menyebabkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) menjadi langka. Narasi yang menyertai unggahan juga menyebut pengiriman BBM ke SPBU dibatasi dan mengaitkannya dengan persoalan pesangon.
Namun, klaim tersebut dinilai tidak sesuai konteks. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu merupakan rekaman lama dan perlu diluruskan.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa peristiwa dalam video adalah penyampaian aspirasi terkait iuran DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) untuk pekerja atau awak mobil tangki (AMT) kepada kontraktornya.
“Video ini dari beberapa minggu yang lalu saat ada penyampaian aspirasi terkait iuran DPLK AMT ke kontraktornya,” kata Kitty kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Kitty menegaskan, penyampaian aspirasi tersebut berlangsung singkat dan tidak sampai mengganggu operasional distribusi BBM. “Penyampaian aspirasinya berlangsung sebentar dan tidak menyebabkan terhambatnya operasional distribusi BBM,” ujarnya.
Dengan demikian, narasi yang menyebut video tersebut sebagai aksi mogok kerja yang memicu kelangkaan BBM tidak tepat. Pertamina menyatakan peristiwa dalam video berkaitan dengan penyampaian aspirasi mengenai iuran dana pensiun dan tidak berdampak pada distribusi maupun ketersediaan BBM.